Senin, 25 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

"E-Rekap" Lebih Realistis Diterapkan di Pemilu 2019

  • Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Kurnia Rizkiyansah mengatakan saat ini KPU masih terus mengkaji sistem pencoblosan Pemilu 2019 mendatang.

    Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merekomendasikan penggunakan rekapitulasi elektronik atau "e-rekap" pada pemilu nanti.

    "Rekomendasi BPPT itu tentunya masih dalam studi kelayakan. Harus diuji dulu agar jangan sampai pelaksanaannya nanti bermasalah," kata Ferry kepada SP di Jakarta, Rabu (25/2).

    Ferry mengatakan, pelaksanaan e-voting tahun 2019 masih sulit dilaksanakan. Selain karena e-voting tidak lagi tren di negara-negara lain, banyak hal yang menjadi pertimbangan yang harus dikaji.

    Aspek yang jadi pertimbangan itu antara lain terkait teknologi yang digunakan. Selain itu infrastruktur penerapan e-voting bukan hal yang mudah disediakan.

    "Belum lagi anggaran yang cukup besar dalam penerapan e-voting. Selain itu sumber daya manusia penyelenggara pemilu dan pemilih serta sosiologi masyarakat," katanya.

    Menurutnya, sosialisasi ke masyarakat harus dibangun terlebih dulu sebelum e-voting atau e-rekap dilaksanakan. Sebab, harus ada akumulatif penting yang harus dipedomani dalam pelaksanan sistem pemilu.

    "Saat ini sistem pemilu yang akan digunakan masih terus kaji. Namun fakta saat ini di beberapa negara e-voting sudah berkurang. KPU kini terus mematangkan e-rekap rekomendasi BPPT. E-rekap saya kira lebih realistis," katanya.


    Files Download :

Related Posts