Sabtu, 20 Oktober 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Kekuatan Prerogatif Presiden, Solusi Persoalan Negara

  • Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai Presiden Joko Widodo harus memulihkan semua kekuatan dan wewenang yang melekat pada hak prerogatif presiden.

    "Semua kekuatan dan wewenang itu harus digunakan sepenuh-penuhnya untuk menyelesaikan persoalan yang sedang menyelimuti negara akhir-akhir ini, yang ditandai dengan memanasnya perseteruan Polri dan KPK," katanya melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Minggu (1/2).

    Menurut politisi Partai Golkar itu, muara dari rangkaian persoalan itu adalah sikap kompromistis presiden dalam menggunakan hak prerogatifnya.

    "Presiden tidak tegas karena terlalu bertenggang rasa. Dalam konteks penggunaan hak prerogatif presiden, Jokowi tidak menggunakan hak itu sepenuh-penuhnya," katanya.

    Bambang berpendapat hak prerogatif presiden tersebut sebagian dibagikan dan sebagian lainnya dirampas.

    Penilaian itu ditunjukkan ketika presiden memilih figur menteri untuk membentuk nomenklatur Kabinet Kerja.

    Pada saat itu, Presiden Jokowi mengurangi hak prerogatif presiden itu untuk dibagikan kepada dua pihak, yakni partai-partai politik pendukungnya dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

    "Ternyata, Jokowi tidak hanya berbagi hak prerogatif presiden. Jokowi juga membiarkan hak ini dirampas oleh parpol, LSM serta relawan pendukungnya. Dan, ironisnya, Jokowi tak mampu menolak perampasan hak prerogatif presiden itu," katanya.

    Akibatnya, lanjut Bambang, presiden benar-benar jadi tidak leluasa ketika memilih figur untuk jabatan-jabatan politis-strategis pada institusi tertentu.

    Oleh karena itu, baginya tidak mengherankan jika sudah terjadi beberapa kontroversi dan polemik menyusul pemilihan figur untuk beberapa jabatan politis-strategis tersebut.

    Sekadar contoh kasus adalah penunjukan para menteri, jaksa agung dan juga kepala Polri.

    "Presiden pasti ingin menghadirkan pemerintahan yang solid dan efektif. Namun, sang Presiden telah dibenturkan pada pilihan yang gampang-gampang susah. Kini saatnya semua kekuatan politik di negara ini memberikan keleluasaan kepada Presiden Jokowi menyelesaikan persoalan. Termasuk soal KPK-Polri," ujar Bambang.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    SBY Siap Sambut Presiden Terpilih

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siap menyambut presiden baru, yang terpilih pada pemilihan presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang. Siapapun yang menang, baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto, SBY akan…
  • sample9

    13 Instruksi Presiden Soal Pelaksanaan Pilpres 2014

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka Rakornas Pemantapan Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat.     "Pada kesempatan ini…
  • sample9

    Presiden Yang PRO dengan Rakyat

    Ketika kita melihat televisi, baliho, dan iklan dipinggir jalan, banyak yang berlomba menampakkan dirinya untuk mencalonkan sebagai seorang pemimpin Negara. Di Indonesia sendiri lebih mengenalnya dengan kata Presiden. Ya.. kata…
  • sample9

    Presiden yang Mampu Bekerjasama dengan Rakyatnya

    Apa jadinya ketika tidak ada seorang nahkoda di suatu kapal yang tengah dalam perjalanan dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Atau apa jadinya ketika tidak ada seorang pilot yang berada…
  • sample9

    Siap-siap Sambut Presiden Anyar

    SUSILO Bambang Yudhoyono tinggal sebentar lagi menjabat presiden. Jika tak ada aral melintang, rakyat Indonesia akan mempunyai…
  • sample9

    Presiden SBY: Pemilu Tidak Perlu Gaduh

    Makassar - Ajang Pemilihan umum (Pemilu) sudah di depan mata. Dimulai dari pemilihan legislatif (Pileg), 9 April. Kemudian dilanjutkan pemilihan…
  • sample9

    Presiden SBY Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2013) pagi. Upacara dihadiri Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, Wakil Presiden…