Minggu, 18 November 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Masyarakat Puas Pemilu 2014 dengan Sejumlah Catatan

  • Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) merilis hasil riset mereka tentang pandangan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu 2014.

    Menurut hasil survei LP3ES di 34 provinsi di Indonesia, 80 persen menyatakan bahwa pemilihan presiden dan legislatif telah diselenggarakan cukup baik dengan acuan bebas dan adil.

    Namun, dari hasil studi evaluasi ini, ditemukan beberapa titik kelemahan pada hampir setiap tahap pelaksanaan Pemilu 2014. Pada tahap pembentukan tim seleksi calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tingkat provinsi misalnya, peraturan yang memayunginya dinilai kurang ketat.

    "Persoalan serius yang juga muncul adalah praktik-praktik migrasi suara antar caleg (calon legislatif) yang berada pada partai yang sama. Studi evaluasi ini memperlihatkan bahwa praktik semacam ini dijumpai cukup menonjol. Hampir di semua wilayah studi praktik migrasi suara merupakan modus yang paling umum dan menonjol," kata mantan Direktur Eksekutif LP3ES Kurniawan Zein kepada wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (10/12).

    Selain itu, lanjut Zein, tak jarang ditemukan persoalan kapasitas penyelenggara pemilu pada level ad hoc. Sumber daya manusia (SD) yang kadang kala seadanya membuat kapasitas penyelenggara ad hoc kerap bermasalah.

    "Dari studi ini, terlihat bahwa ketidaktahuan petugas ad hoc tentang batasan antara yang legal dan ilegal terkait dengan pemasangan atribut atau alat peraga kampanye dari para caleg, misalnya, masih sering dijumpai di lapangan," ujarnya.

    Salah satu isu kritis yang menjadi catatan evaluasi adalah lemahnya penegakan hukum pemilu, karena salah satunya terkendala waktu proses yang sangat singkat. "Di sisi lain instrumen sentra penegakan hukum terpadu (Sentra Gakumdu) tidak begitu optimal," kata Zein.

    Hasil riset ini dilaksanakan di 34 provinsi dengan sampel nasional 2 ribu orang. Serta 540 orang sebagai sampel tambahan yang diwawancarai dari sejumlah provinsi terpilih (Aceh, Maluku, Papua dan Papua Barat). Data survei telah mengalami pembobotan agar bersifat representatif terhadap populasi nasional Indonesia.

    Temuan ini juga mengacu pada data tren yan diperoleh dari survei-survei sebelumnya di Indonesia, termasuk survei yang diselenggarakan pada November 2013 dan Mei 2014, yang menggunakan metode serupa. Toleransi kesalahan (margin of error) data nasional untuk survei ini adalah sekitar 2,1 persen.

    Studi ini menawarkan 18 rekomendasi di antaranya adalah:

    1. Proses rekrutmen seleksi di daerah perlu dilakukan dengan mekanisme yang lebih terbuka, sehingga lebih bisa dipertangungjawabkan secara publik.

    2. Perlu dibangun regulasi dan mekanisme pendaftaran pemilih yang berkelanjutan, berbasis pada identitas tunggal kependudukan sehingga dapat disusun daftar pemilih yang solid dan akurat.

    3. Perlu penyelesaian sengketa pemilu di tingkat provinsi yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

    4. Perlu penguatan pendidikan pemilih oleh partai politik, penyelenggara pemilu dan masyarakat sipil untuk pemilu jujur dan adil.

    5. Revitalisasi fungsi partai politik khususnya dalam hal rekrutmen dan kaderisasi calon anggota legislatif dan keterwakilan politik perempuan dan saksi.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Jokowi: Jangan Sampai Pemilu Hilangkan Kerukunan Bangsa

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia jangan sampai terpecah belah karena persoalan pilkada dan pemilu. Presiden meminta para politikus memberikan contoh pendidikan politik yang baik…
  • sample9

    Pemilu, Antara Kemajuan dan Tantangan

    Pesta Demokrasi boleh dikatakan sudah rampung. Perolehan suara masing-masing partai sudah banyak dipublish oleh banyak lembaga survei. Masing-masing mengaku bahwa akurasi quick count (hitung cepat) masing-masing lembaga survei…
  • sample9

    Pemilu paling rumit di dunia dan akhirat

    Bagi wartawan asing dan pengamat pemilu internasional, pemilu legislatif Indonesia merupakan pemilu paling kompleks di dunia. Beberapa media internasional pernah mengulas soal ini panjang lebar setelah mengikuti Pemilu 2004.Padahal pemilu…
  • sample9

    Kecurangan Pemilu Diprediksi Kecil

    Potensi kecurangan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang dinilai relatif kecil mengingat para penyelenggara pemilu di KPU saat ini lebih berpengalaman. Mayoritas komisioner KPU saat ini adalah mereka yang pernah…
  • sample9

    MPR Minta Persidangan Sengketa Pemilu MK Transparan

    Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan agar proses penyelesaian perselisihan hasil Pemilu 2014 di Mahkamah Konstitusi berlangsung transparan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga hukum tersebut. "Adanya distrust…
  • sample9

    Politik Pemilu

    PEMILU legislatif merupakan kesempatan bagi warga negara untuk memilih orang-orang baik yang akan memperjuangkan kesejahteraan dan kepentingan rakyat. Persoalannya, baik menurut rakyat belum tentu baik menurut calon anggota legislatif, belum…
  • sample9

    Pemilu Tidak Hambat Roda Pemerintahan

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 tidak akan menghambat roda pemerintahan di negara ini. Sebaliknya, pesta demokrasi lima tahunan itu menjadi pemicu bagi seluruh jajaran…
  • sample9

    Presiden SBY: Pemilu Tidak Perlu Gaduh

    Makassar - Ajang Pemilihan umum (Pemilu) sudah di depan mata. Dimulai dari pemilihan legislatif (Pileg), 9 April. Kemudian dilanjutkan pemilihan…
  • sample9

    Pemilu Serentak Lebih Efisien

     Pelaksanaan pemilihan umum anggota legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI secara serentak…
  • sample9

    Masyarakat Harus Disuguhi Edukasi Pemilu

    Sekretaris Jenderal Pro Demokrasi (Prodem), Andrianto, menilai respons masyarakat terhadap tahapan pemilu sejatinya merupakan cermin sikap apatis publik terhadap pesta demokrasi.     "Sistem pemilu sangat boros dan high cost.…
  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…
  • sample9

    DKPP Dorong Penyelenggara Pemilu Taat Azas

    Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pemilu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri, Cecep Agus Supriyatna, mengatakan, setidaknya ada tujuh indikator sebuah pemilu bisa dikatakan sukses.
  • sample9

    Sengketa Pemilu Harus Ditangani Lembaga Tersendiri

    Wakil Ketua DPD RI Laode Ida mendukung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk tidak lagi menangani sengketa pemilu kepala daerah. Tertangkap tangannya Ketua MK Akil Mochtar justru mempertegas di dalam MK…