Rabu, 20 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

KPU Targetkan Tim Pengkaji Teknologi Pemilu Terbentuk Akhir Tahun Ini

  • Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay mengatakan, KPU akan segera membentuk tim pengkaji teknologi untuk pemilu.

    Hadar menerangkan, akhir tahun ini tim tersebut bisa terbentuk. "Kami berharap, sebelum tahun ini tutup kami sudah mulai bentuk dan kami sudah mulai bekerja," katanya kepada SP usai RDP dengan Komisi II di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (25/11).

    Hadar menuturkan, tim ini terdiri dari orang-orang yang tidak hanya ahli dalam bidang kepemiluan tetapi juga penerapan teknologi dan pengkajiannya. Tim ini juga tidak hanya akan mengkaji soal kemungkinan penerapan e-voting tetapi juga penggunaan teknologi untuk hal lain. Badan-badan yang mungkin bekerja sama untuk membentuk tim ini adalah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

    "Kami tidak hanya berpikir ini untuk pemungutan suara, bisa jadi teknologi yang lebih dibutuhkan adalah untuk penghitungan dan rekap," ujarnya.

    Tim ini menggodok kajiannya tidak hanya berdasar pada pandangan para ahli yang menjadi bagian tim, tetapi juga pengalaman penerapannya di luar negeri serta pengalaman KPU sebagai penyelenggara.

    Hal yang pertama dilakukan oleh tim ini, lanjut Hadar, adalah menentukan definisi terhadap teknologi yang sedang dikaji.

    "Sebetulnya apa yang kita capai dari penggunaan teknologi ini? Karena itu harus didefinisikan dengan jelas," katanya.

    Untuk itu, Hadar mengungkapkan KPU membutuhkan tim yang kokoh, yang tidak hanya punya keahlian tetapi juga nilai ekstra dan memiliki kompetensi cukup untuk mengerjakan pengkajian ini.

    Dalam mengkaji teknologi yang akan diterapkan, Hadar menerangkan, tim ini tidak hanya memiliki satu opsi. Terdapat opsi-opsi yang seiring kajian akan mengerucut sebelum diujicobakan. Prosesnya pun harus dilakukan melalui kajian akademis maupun simulasi pada saat pemilu sedang berjalan. "Saya yakin penerapannya tidak bisa langsung besar secara nasional," katanya.

    Proses pengkajian ini, kata Hadar, tidak hanya diperuntukkan untuk Pilkada 2015. Tetapi mencakup pemilu yang lebih luas. Hadar menjelaskan, di negara lain kebanyakan kajian membutuhkan waktu lima tahun lebih sehingga KPU harus mempersiapkannya sesegera mungkin.

    "Tentu KPU serius membentuknya. Teknologi itu bisa membantu tapi kalau tidak disiapkan dengan baik dia juga bisa mengganggu. Karena itu kami harus mempersiapkannya dengan baik," katanya.

    Hadar berharap tim ini akan segera aktif bekerja mulai awal tahun depan. Ditolak atau tidaknya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada langsung serempak, tim pengaji penerapan teknologi pemilu tersebut akan terus berjalan.

    "Karena itu kami harus mempersiapkannya dengan cepat. Karena ini prosesnya akan panjang. Jadi kami sudah perlu mulai menggarapnya. Kalau kami tidak mulai menggarapnya itu tidak juga akan pernah terjadi," kata Hadar.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Jokowi: Jangan Sampai Pemilu Hilangkan Kerukunan Bangsa

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia jangan sampai terpecah belah karena persoalan pilkada dan pemilu. Presiden meminta para politikus memberikan contoh pendidikan politik yang baik…
  • sample9

    Pemilu, Antara Kemajuan dan Tantangan

    Pesta Demokrasi boleh dikatakan sudah rampung. Perolehan suara masing-masing partai sudah banyak dipublish oleh banyak lembaga survei. Masing-masing mengaku bahwa akurasi quick count (hitung cepat) masing-masing lembaga survei…
  • sample9

    Pemilu paling rumit di dunia dan akhirat

    Bagi wartawan asing dan pengamat pemilu internasional, pemilu legislatif Indonesia merupakan pemilu paling kompleks di dunia. Beberapa media internasional pernah mengulas soal ini panjang lebar setelah mengikuti Pemilu 2004.Padahal pemilu…
  • sample9

    Kecurangan Pemilu Diprediksi Kecil

    Potensi kecurangan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang dinilai relatif kecil mengingat para penyelenggara pemilu di KPU saat ini lebih berpengalaman. Mayoritas komisioner KPU saat ini adalah mereka yang pernah…
  • sample9

    MPR Minta Persidangan Sengketa Pemilu MK Transparan

    Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan agar proses penyelesaian perselisihan hasil Pemilu 2014 di Mahkamah Konstitusi berlangsung transparan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga hukum tersebut. "Adanya distrust…
  • sample9

    Politik Pemilu

    PEMILU legislatif merupakan kesempatan bagi warga negara untuk memilih orang-orang baik yang akan memperjuangkan kesejahteraan dan kepentingan rakyat. Persoalannya, baik menurut rakyat belum tentu baik menurut calon anggota legislatif, belum…
  • sample9

    Pemilu Tidak Hambat Roda Pemerintahan

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 tidak akan menghambat roda pemerintahan di negara ini. Sebaliknya, pesta demokrasi lima tahunan itu menjadi pemicu bagi seluruh jajaran…
  • sample9

    Presiden SBY: Pemilu Tidak Perlu Gaduh

    Makassar - Ajang Pemilihan umum (Pemilu) sudah di depan mata. Dimulai dari pemilihan legislatif (Pileg), 9 April. Kemudian dilanjutkan pemilihan…
  • sample9

    Pemilu Serentak Lebih Efisien

     Pelaksanaan pemilihan umum anggota legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI secara serentak…
  • sample9

    Masyarakat Harus Disuguhi Edukasi Pemilu

    Sekretaris Jenderal Pro Demokrasi (Prodem), Andrianto, menilai respons masyarakat terhadap tahapan pemilu sejatinya merupakan cermin sikap apatis publik terhadap pesta demokrasi.     "Sistem pemilu sangat boros dan high cost.…
  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…
  • sample9

    DKPP Dorong Penyelenggara Pemilu Taat Azas

    Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pemilu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri, Cecep Agus Supriyatna, mengatakan, setidaknya ada tujuh indikator sebuah pemilu bisa dikatakan sukses.
  • sample9

    Sengketa Pemilu Harus Ditangani Lembaga Tersendiri

    Wakil Ketua DPD RI Laode Ida mendukung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk tidak lagi menangani sengketa pemilu kepala daerah. Tertangkap tangannya Ketua MK Akil Mochtar justru mempertegas di dalam MK…