Senin, 18 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Dua Syarat Ini Harus Dipenuhi Jika Pemilu "E-Voting"

  • Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Andrari Grahitandaru mengungkapkan dua syarat penting agar pemilihan umum baik untuk memilih presiden, legilator, dan kepala daerah dilakukan via e-voting atau pemilu melalui elektronik.

    Kedua syarat tersebut adalah pemilu tetap berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia (Luber) dan jujur dan adil (Jurdil) serta terpenuhnya lima komponen pendukung pemilu via e-voting.

    Hal ini disampaikannya dalam diskusi tentang rencana penerapan pilkada melalui elektronik ataue-voting bertajuk "Mengukur Kesiapan Daerah dengan Pilkada 'E-Voting'" di MMD Initiative, Jakarta, Rabu (19/11).

    Dalam acara tersebut, hadir juga sebagai pembicara Bupati Musirawas, Sumatera Selatan Ridwan Mukti dan Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik BPPT Andrari Grahitandaru.

    "Sistem pemilu via e-voting sudah digagas sejak tahun 2010 di mana Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa e-voting bisa diterapkan di Indonesia," ujar Andrari.

    Menurutnya, e-voting dapat dilaksanakan di Indonesia sejauh memenuhi asas Luber dan Jurdil dalam pemilu. Selain itu, e-voting dapat dijalankan jika lima kompenen yang mendukung pilkada via elektronik dapat dipenuhi.

    "Lima komponen ini adalah teknologi, penyelenggara, anggaran, legalitas, dan masyarakat," ungkapnya.

    Dia juga menjelaskan pemahaman pemilu dengan sistem elektronik atau e-votingE-voting, lanjutnya adalah pemungutan suara yang menggunakan perangkat elektronik untuk membuat surat elektronik, pemungutan suara, menghitung hasil pemungutan, mengirimkan hasil dan membuat tabulasi, penayangan hasil pemilu, serta menghasilkan jejak audit.

    Jejak audit, katanya, merupakan sesuatu yang penting karena proses pemilu menghasilkan sengketa hukum maka harus ada bukti hukum. "Jejak audit ini penting untuk menghindari terjadinya kecurangan dalam pemilu," tandasnya.

    Andrari juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat menyambut pemilu via e-votingterbilang tinggi. Meskipun masyarakat belum mengetahui apa secara persis apa itu e-voting.

    "Dalam survei kami, 99 persen dari masyarakat belum pernah tahu apa itu e-voting. Sedangkan 97 persen responden menyatakan pemilu melalui e-voting sangatlah mudah. Sebanyak 98 persen hingga 99 persen menyetujui agar bangsa Indonesia menerapkan pemilu melalui e-voting," tegasnya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    "E-Voting" Belum Diterapkan karena Masalah Kepercayaan

    Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan penggunaan sistem pemungutan suara secara elektronik atau dikenal dengan e-voting belum dapat diterapkan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serempak pada Desember 2015 ini.…