Sabtu, 23 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Kisah Para Pemantau Pemilu...

  • Pemilu Presiden 2014 menjadi istimewa. Komisi Pemilihan Umum, untuk pertama kalinya, memublikasikan formulir C1 Pilpres 2014. Hal ini membuka peluang bagi warga untuk turut terlibat memantau proses penghitungan suara manual.

    Keinginan warga untuk terlibat semakin membesar ketika terjadi perbedaan hasil hitung cepat Pilpres 2014 oleh lembaga survei. Mereka merasa terpanggil untuk mewujudkan Pilpres 2014 bersih. Presiden terpilih haruslah berdasarkan hasil pemilu.

    Ruli Manurung, seorang dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, adalah relawan yang membuat aplikasi crowdsourcing. Ruli menceritakan awalnya ia memutuskan ikut andil mewujudkan pemilu yang bersih.

    Setelah hari pemungutan suara pada 9 Juli 2014, ia mendengar orang-orang menyerukan agar proses penghitungan suara dikawal. Ketika mendengarkan radio, kata Ruli, seorang penyiar sempat melontarkan pertanyaan, bagaimana cara mengawal pemilu? Ia pun sempat berpikir keras soal partisipasi yang dapat dilakukannya.

    "Akhirnya muncul ide untuk membuat sistem di mana orang bisa melakukan data entry form C1 secara crowdsourcing. Kebetulan saya sudah cukup familiar dengan pendekatan ini karena pernah bimbing beberapa skripsi dengan topik ini. Lalu, saya pernah memegang dua proyek riset yang juga menggunakan pendekatan ini," kata Ruli kepada Kompas.com, Kamis (17/7/2014).

    Dalam waktu singkat, Ruli berhasil membuat beberapa desain yang diadopsi oleh beberapa kelompok pemantau pemilu, sepertirealcount.heroku.com dam kawal-suara.appspot.com. Karya Ruli memudahkan para relawan lainnya yang ingin terlibat memantau proses penghitungan suara manual oleh KPU.

    Crowdsourcing

    Menurut Ruli, dua hari setelah pilpres, ia sempat menuangkan ide soal sistem crowdsourcing untuk data entry formulir C1 di Google Document. Secara ringkas, ia menjelaskan aspek-aspek yang harus dipertimbangkan dan dibutuhkan ketika membuat sistemcrowdsourcing.

    "Gimana caranya supaya data entry-nya bisa secepat mungkin. Jadiuser interface-nya harus mendukung user supaya bisa memroses satu form dalam hitungan beberapa detik saja. Nggak perlu klik sana klik sini, gerakkan kursor mouse ke sana ke mari. Kalau bisa, dioperasikan murni dari keyboard saja," katanya.

    Ia juga menekankan pentingnya sistem crowdsourcing yang sulit dirusak oleh pengguna yang berniat jahat. Terlebih, sistem ini memungkinkan pengguna melakukan input data berupa angka dari hasil scan C1.

    "Dalam rancangan yang saya usulkan, user harus register dulu, atau sign-in dengan Facebook. Tujuannya adalah supaya ada akuntabilitas. Kalau ada orang yang memasukkan input data, dia tahu bahwa di sistem tercatat bahwa dialah yang memasukkan data tersebut. Secara psikologis, teorinya orang akan merasa lebih bertanggung jawab untuk memasukkan data yang benar," katanya.

    Selain itu, sambungnya, pengguna juga tidak diperbolehkan memilih secara spesifik tempat pemungutan suara (TPS) mana yang mau dia entry datanya karena ini rawan untuk dimanipulasi. Beberapa pihak bisa berkolaborasi untuk "merusak" catatan data di TPS tersebut.

    "Selain itu, sistem harus memberikan disclaimer yang jelas mengenai posisi sistem crowdsourcing yang community contribution," kata Ruli.

    Ia mengatakan, konsep ini mendapatkan respon. Mereka, di antaranya, Pahlevi Fikri Auliya yang memelopori realcount.heroku.com dan Ainun Najib, salah satu administrator KawalPemilu.org.

    Selang beberapa jam, beberapa situs pemantau pemilu mengemuka.

    "Yang paling bagus dari semua sistem ini adalah keterbukaannya. Semua sistem menyediakan fasilitas untuk bisa melihat semua hasil data entry, dan diorganisir rapi mulai dari tingkat nasional, propinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan, sampai ke TPS, dan bisa di-crosscheck ke hasil formulir C1 di server KPU," katanya.

    "Jadi rasanya tidak bisa ada tudingan bahwa sistem-sistem ini berbohong, atau hasilnya digiring ke pemenangan salah satu capres karena datanya itu benar-benar apa adanya. Masyarakat diajak untuk menilai langsung keabsahan datanya. Ini betul-betul kisah sukses dari konsep Open Data," katanya.

    Tak Sendiri

    Ruli tak sendiri. Minerva Soe, relawan KawalPemilu.org mengaku terinspirasi dengan gerakan warga untuk memastikan Pilpres 2014 berjalan baik. Tak hanya itu, ia juga mengatakan khawatir dengan potensi kecurangan pada Pilpres 2014.

    Maka itu, Minerva, orang dengan lupus, memutuskan membantu mengunduh formulir C1. Terlebih, ia melihat teman di sekelilingnya turut terlibat dalam memantau hasil pemilu. Ia pun tersadar bahwa selama ini telah bersikap menerima segala sesuatu apa adanya.

    "Saya senang bisa berkontribusi. Saya tidak ingin Indonesia kehilangan hak-haknya," katanya.

    Hal yang sama disampaikan Kurnia, karyawan swasta di Singapura. Ia turut membantu mengunduh formulir C1 dan merekrut beberapa relawan lainnya. Alasannya, ia tidak ingin Indonesia dipimpin oleh presiden yang menang secara curang.

    Implikasi peretasan "KawalPemilu.org"

    KawalPemilu.org bukan satu-satunya jaringan yang turut memantau pilpres. Ada beberapa jaringan lainnya yang bekerja secara diam-diam. Peristiwa peretasan KawalPemilu.org membuat kerja mereka semakin senyap.

    Rudi, salah seorang relawan sebuah jaringan pemantau pilpres, mengungkapkan alasannya.

    "Kita tetap memilih untuk underground karena kita sama sekali tidak ada ahli-ahli TI yang bisa menangkal serangan hacker," kata Rudi.

    Ada benang merah dari cerita Ruli, Mini, Kurnia, dan Rudi. Mereka semua mengaku baru terlibat secara aktif pada Pilpres 2014 ini. Mereka tak hanya memberikan suaranya, tetapi juga mendedikasikan waktunya selama satu pekan ini untuk memastikan kepala negara terpilih sungguh-sungguh karena hasil dari sistem pemilihan yang demokratis dan jujur.


    sumber : kompas.com


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Jokowi: Jangan Sampai Pemilu Hilangkan Kerukunan Bangsa

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia jangan sampai terpecah belah karena persoalan pilkada dan pemilu. Presiden meminta para politikus memberikan contoh pendidikan politik yang baik…
  • sample9

    Pemilu, Antara Kemajuan dan Tantangan

    Pesta Demokrasi boleh dikatakan sudah rampung. Perolehan suara masing-masing partai sudah banyak dipublish oleh banyak lembaga survei. Masing-masing mengaku bahwa akurasi quick count (hitung cepat) masing-masing lembaga survei…
  • sample9

    Pemilu paling rumit di dunia dan akhirat

    Bagi wartawan asing dan pengamat pemilu internasional, pemilu legislatif Indonesia merupakan pemilu paling kompleks di dunia. Beberapa media internasional pernah mengulas soal ini panjang lebar setelah mengikuti Pemilu 2004.Padahal pemilu…
  • sample9

    Kecurangan Pemilu Diprediksi Kecil

    Potensi kecurangan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang dinilai relatif kecil mengingat para penyelenggara pemilu di KPU saat ini lebih berpengalaman. Mayoritas komisioner KPU saat ini adalah mereka yang pernah…
  • sample9

    MPR Minta Persidangan Sengketa Pemilu MK Transparan

    Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan agar proses penyelesaian perselisihan hasil Pemilu 2014 di Mahkamah Konstitusi berlangsung transparan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga hukum tersebut. "Adanya distrust…
  • sample9

    Politik Pemilu

    PEMILU legislatif merupakan kesempatan bagi warga negara untuk memilih orang-orang baik yang akan memperjuangkan kesejahteraan dan kepentingan rakyat. Persoalannya, baik menurut rakyat belum tentu baik menurut calon anggota legislatif, belum…
  • sample9

    Pemilu Tidak Hambat Roda Pemerintahan

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 tidak akan menghambat roda pemerintahan di negara ini. Sebaliknya, pesta demokrasi lima tahunan itu menjadi pemicu bagi seluruh jajaran…
  • sample9

    Presiden SBY: Pemilu Tidak Perlu Gaduh

    Makassar - Ajang Pemilihan umum (Pemilu) sudah di depan mata. Dimulai dari pemilihan legislatif (Pileg), 9 April. Kemudian dilanjutkan pemilihan…
  • sample9

    Pemilu Serentak Lebih Efisien

     Pelaksanaan pemilihan umum anggota legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI secara serentak…
  • sample9

    Masyarakat Harus Disuguhi Edukasi Pemilu

    Sekretaris Jenderal Pro Demokrasi (Prodem), Andrianto, menilai respons masyarakat terhadap tahapan pemilu sejatinya merupakan cermin sikap apatis publik terhadap pesta demokrasi.     "Sistem pemilu sangat boros dan high cost.…
  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…
  • sample9

    DKPP Dorong Penyelenggara Pemilu Taat Azas

    Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pemilu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri, Cecep Agus Supriyatna, mengatakan, setidaknya ada tujuh indikator sebuah pemilu bisa dikatakan sukses.
  • sample9

    Sengketa Pemilu Harus Ditangani Lembaga Tersendiri

    Wakil Ketua DPD RI Laode Ida mendukung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk tidak lagi menangani sengketa pemilu kepala daerah. Tertangkap tangannya Ketua MK Akil Mochtar justru mempertegas di dalam MK…