Minggu, 18 November 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial Jadi Tema Debat Capres

  • Debat calon presiden (capres) antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo akan digelar di Gran Melia Hotel, Jakarta Selatan. Menurut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sigit Pamungkas tema yang diangkat adalah "Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial".

    "KPU menunjuk Profesor Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Ahmad Erani Yustika sebagai moderator atas kesepakatan dengan kedua tim pasangan calon," ujarnya, Minggu (15/6).

    KPU sebelumnya telah merumuskan alur dan desain debat bersama kedua tim pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Evaluasi pelaksanaan debat perdana pada Senin (9/6) kemarin menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan debat kedua nanti.

    "Secara teknis dilakukan perbaikan agar kekurangan debat perdana tidak terulang lagi," ucapnya.

    Sama halnya dengan debat pasangan capres sebelumnya, pertanyaan akan diajukan oleh moderator yakni Ahamd Erani kepada kedua capres. Sigit memaparkan, debat kedua teraebut didesain hanya untuk 500 pengunjung. Masing-masing pasangan calon hanya boleh memasuki ruangan debat 160 perwakilan.

    Penyelenggara debat berdasarkan hasil undian adalah Metro TV dan Bloomberg TV. Namun, atas pertimbangan untuk menjaga profesionalitas dan independensi, Bloomberg TV mengundurkan diri sebagai pelaksana debat.

    Karena menjadi satu-satunya penyelenggara, menurut Sigit, KPU telah meminta Metro TV untuk memperhatikan jalannya alur debat dan aksesibilitas menyangkut semua pihak terkait.

    "Kami minta sirkulasi audiens diperhatikan. Jangan sampai terulang lagi seperti kemarin, ada kegaduhan dan tempat debat yang relatif terbatas," ujarnya.

    Untuk meyusun materi dan alur debat, KPU bersama tim ahli utama sudah menentukan garis besar debat yang akan diikuti kedua capres tersebut. Karena mengangkat tema "Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial", KPU dan tim ahli juga melibatkan tim ahli kecil yang diisi akademisi di bidang ekonomi dan pembangunan sosial.

    Tim ahli terdiri atas tujuh ahli yang menguasai tema-tema yang didebatkan pasangan capres. Yakni Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Pratikno, Ketua Forum Rektor Indonesia sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret Rafiq Karsidi, peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro.

    Kemudian Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga Ramlan Surbakti, Dekan FISIP Unair Basis Susilo, Ekonom dari UGM Tony Prasetiantono, pakar hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana.

    "Tim ahli bersama moderator menyusun pertanyaan. Moderator tidak bisa mengkomunikasikan kepada siapapun pertanyaan yang telah dirumuskan termasuk KPU," ungkap Sigit.

    Debat akan dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung selama 90 menit. Debat capres dan cawapres diselenggarakan sebanyak lima kali. Pertama, pada 9 Juni, debat capres dan cawapres disiarkan SCTV, Indosiar, dan Berita Satu dengan tema "Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum".

    Kedua, pada 15 Juni, debat capres disiarkan Metro TV dengan Tema "Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial". Ketiga, pada 22 Juni, debat capres disiarkan TV One dan ANTV dengan Tema "Politik Internasional dan Ketahanan Nasional".

    Keempat, pada 29 Juni, debat cawapres disiarkan RCTI, MNCTV, dan Global dengan Tema "Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Iptek". Terakhir, pada 5 Juli, debat capres dan cawapres disiarkan TVRI dan Kompas TV dengan Tema "Pangan, Energi, dan Lingkungan".


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Debat tidak Pengaruhi Pilihan Pemilih Jelang Pilpres

    Debat tidak mempengaruhi pilihan politik masyarakat jelang Pilpres 9 Juli 2014.  Ini ditunjukkan oleh hasil poling dari Indikator Politik Indonesia sebelum dan sesudah debat.Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi,…