Selasa, 26 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Jangan Ada Dendam Usai Pilpres

  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kompetisi politik dalam proses pemilihan presiden hendaknya berlangsung dengan baik dan ketika selesai maka semua pihak harus bersatu untuk membangun bangsa, tidak menyisakan dendam.

    "Ke depan, dengan selesainya keseluruhan proses Pemilu ini, kita semua harus dapat bersatu kembali untuk melanjutkan pembangunan bangsa. Mari mulai menghapus jarak yang terjadi selama berkompetisi. Tak baik memelihara dendam dan permusuhan dengan sesama," kata Presiden dalam peringatan Isra Miraj yang berlangsung di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/5).

    Dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, para duta besar negara sahabat, para menteri anggota kabinet Indonesia Bersatu II, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Herawati Boediono itu, Kepala Negara juga mengatakan persaingan antarpeserta pilpres juga hendaknya berlangsung secara sehat.

    "Tak bijak mewariskan dendam dan permusuhan itu kepada generasi mendatang. Mari bangun kembali harmoni dan kebersamaan di antara segenap warga bangsa. Kebersamaan yang dibangun atas dasar persaudaraan, solidaritas, serta ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah. Mari buktikan, bahwa demokrasi kita, demokrasi bangsa Indonesia, adalah demokrasi yang makin matang dan demokrasi yang penuh keadaban," kata Presiden.

    Kepala Negara juga mengingatkan selama proses menjelang pemilihan presiden, dan ketika persaingan semakin keras, semua pihak juga menghindarkan saling menjelek-jelekkan dan kampanye yang berisi fitnah.

    "Oleh karena itu, dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yang sudah mulai dirasakan kompetisinya saat ini, tentu tidak boleh diwarnai oleh saling fitnah, saling merusak dan saling menghan-curkan. Ajaran agama mana pun pasti melarang umatnya untuk mengeluarkan fitnah dan caci maki. Tidak sedikit firman Allah dan hadis Rasulullah yang berkaitan dengan larangan terhadap tindakan yang tidak terpuji ini," katanya.

    Ditambahkan Presiden, "Kita juga sering mendengar kata-kata 'fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan'. Karena itulah, dalam proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang kita jalani bersama dalam bulan-bulan mendatang, mari kita jauhi situasi yang penuh dengan fitnah memfitnah. Berkompetisi tentu tidak harus diwarnai oleh caci maki. Mari kita kedepankan etika dan moral bangsa kita yang luhur dan mulia." Presiden juga mengajak semua pihak untuk mendukung siapapun presiden yang terpilih dan bersama-sama mendorong kemajuan bangsa.

    "Oleh karena itu pula, siapapun nantinya yang akan terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, marilah kita dukung dan kita doakan, semoga beliau dapat mengemban amanat dan tugas yang tidak ringan itu dengan sebaik-baiknya, dalam rahmat dan ridha allah SWT," tegasnya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Debat tidak Pengaruhi Pilihan Pemilih Jelang Pilpres

    Debat tidak mempengaruhi pilihan politik masyarakat jelang Pilpres 9 Juli 2014.  Ini ditunjukkan oleh hasil poling dari Indikator Politik Indonesia sebelum dan sesudah debat.Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi,…
  • sample9

    Rakornas Dalam Rangka Pemantapan Pelaksanaan Pilpres Tahun 2014

    Pemilu merupakan salah satu pilar demokrasi sebagai wahana untuk mendapatkan legitimasi bagi sebuah pemerintahan.  Sehingga dengan demikian, pemerintahan yang dihasilkan dari pemilu diharapkan merupakan pemerintahan yang mendapat legitimasi yang kuat…
  • sample9

    13 Instruksi Presiden Soal Pelaksanaan Pilpres 2014

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka Rakornas Pemantapan Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat.     "Pada kesempatan ini…
  • sample9

    Pilpres Butuh Restu Rakyat

    Koalisi PDI Perjuangan (PDI-P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nasdem yang mengusung…
  • sample9

    Profesionalisme Media Pada Pilpres 2014

    Terkait dengan momentum Pemilihan Presiden 2014, media khususnya media sosial memiliki peran yang cukup signifikan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang sosok pemimpin Indonesia di masa mendatang. Pemimpin yang akan…
  • sample9

    Menciptakan Pilpres yang Demokratis dan Bermartabat

    Menjelang Pilpres 2014 berbagai trik dan intrik dilakukan calon presiden (Capres) melalui partai politiknya. Tidak ada kata menyerah, berbagai hal dilakukan dalam merebut parpol untuk berkoalisi agar memenuhi standar pencapresan.Capres…
  • sample9

    Survei Polling Center: 93,2% Beri Suara Saat Pilpres

    Kesadaran publik untuk mengikuti Pemilihan Umum 2014 kini semakin besar. Hal tersebut terlihat dari hasil survei Polling Center. Hasil survei itu menyebutkan, mayoritas masyarakat di Indonesia akan memberikan suaranya pada…
  • sample9

    RUU Pilpres Dihentikan Karena PT

    Anggota Baleg Fraksi PDI Perjuangan, Arif Wibowo menjelaskan, pembahasan revisi UU Pilpres menjadi kontraproduktif karena fraksi bersikukuh pada persoalan mempertahankan atau menurunkan angka presidential thereshold. "Yang tidak produktif itu thereshold.…
  • sample9

    Baleg resmi hentikan pembahasan revisi UU Pilpres

    Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyepakati untuk menghentikan pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres).Dengan demikian, untuk pilpres yang akan datang tetap menggunakan UU Pilpres…
  • sample9

    Revisi UU Pilpres Resmi Dibatalkan

    Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat memutuskan untuk menghentikan rencana revisi Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Menurut Ketua Badan Legislasi, Ignatius Mulyono, keputusan ini akan…
  • sample9

    RUU Pilpres Diputus 3 Oktober

    Metrotvnews.com, Jakarta: Hasil lobi antarfraksi terkait menyepakati nasib revisi UU 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden akan diputuskan Kamis (3/10) dan dilakukan di tingkat Badan Legislasi.…