Selasa, 19 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Partisipasi dan Pendidikan Pemilu Programatik Menjelang PILPRES

  • Salah satu bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia adalah jumlah pemilih pemula dan pemilih muda yang masih berusia produktif di Indonesia yang sangat besar. Pemilih pemula adalah mereka yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilih, purnawirawan atau mereka yang sudah tidak lagi bekerja sebagai anggota TNI atau Kepolisian. Dalam konteks ini maka yang dimaksud sebagai pemilih pemula adalah mereka yang baru pertama kali memilih, sedangkan yang dimaksud dengan pemuda atau pemilih muda di dalam tulisan ini merujuk kepada UU No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan yaitu mereka yang berusia 16 sampai dengan 30 tahun.
    Partisipasi politik yang tinggi di negara demokrasi pada umumnya dianggap baik karena menunjukkan bahwa warga negara aktif mengikuti dan memahami masalah politik dan ingin melibatkan diri dalam kegiatan tersebut. Hal itu juga menunjukkan bahwa rezim pemerintahan yang berjalan memiliki legitimasi yang tinggi. Bentuk partisipasi politik yang paling mudah diukur intensitasnya adalah persentase orang yang menggunakan hak pilih pada saat pemilu (voter turnout) dibanding dengan jumlah seluruh warga negara yang berhak memilih.
    Turunnya tingkat partisipasi dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari kurangnya pendidikan politik, masih banyaknya manipulasi dan politik uang, komitmen pemberantasan korupsi yang kurang, hingga ke masalah teknis dan administratif, serta yang juga tidak kalah penting adalah hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan karena terbukti bahwa setelah terjadi pemilu demokratis, kesejahteraan rakyat tidak juga meningkat, jikat tidak bisa disebut tercapai. Faktor ini bisa jadi adalah salah faktor determinan penyebab turunnya partisipasi pemilih dan penyebab munculnya beragam tipe pemilih seperti tipe pemilih skeptis, pesimis, apatis, pragmatis, dan lainnya.
    Hal ini adalah respon yang wajar mengingat kondisi politik yang dihadapi oleh Indonesia saat ini yang menunjukkan bahwa hampir seluruh partai politik besar terjerat oleh KPK dalam perkara tindak Pidana Korupsi. Korupsi tersebut dilakukan oleh berbagai aktor yang berasal dari wakil-wakil parpol di lembaga eksekutif dan legislatif. Pada bulan Juni tahun 2013 lalu Indonesia Corruption Watch (ICW) bahkan memberikan pernyataan kepada media bahwa setidaknya ada tiga puluh enam caleg yang diragukan komitmen antikorupsinya. Tiga puluh enam caleg ini tersebar dari setidaknya sembilan partai besar di Indonesia dan mencalonkan diri di 24 dapil di seluruh Indonesia.
    Penilaian itu dilakukan dengan kriteria-kriteria tertentu yang beberapa di antaranya adalah mereka yang pernah terlibat dan menerima sejumlah uang dalam kasus korupsi, pernah terpidana kasus korupsi, serta politisi yang pernah dijatuhi sanksi atau terbukti melanggar etika dalam pemeriksaan yang pernah dijatuhi sanksi dalam pemeriksaan oleh badan kehormatan DPR. Kualitas yang buruk ini ditambah denganeksposure media yang besar dan terus menerus terhadap berita-berita negatif terkait dengan politik dan pemerintahan. Paradigma yang menjadi landasan berpikir yang selalu digunakan oleh pers mainstreamadalah bad news is a good news (berita buruk adalah berita baik), hal ini menyebabkan bertaburannya berbagai pemberitaan dengan sentimen negatif di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik.
    Sebetulnya jumlah pemilih pemula di Indonesia pada pemilu 2014 ini dapat menjadi sebuah potensi yang besar untuk perbaikan masa depan bangsa Indonesia. Di dalam konteks partisipasi politik, khususnya partisipasi pemilih Indonesia memiliki tantangan untuk menurunkan tingkat potensi golput secara umum maupun dari golongan pemilih pemula dan pemilih muda. Potensi ini kian meningkat secara konstan rata-rata 10% setiap periode pemilu semenjak dilaksanakannya pemilu demokrasi pertama di masa orde baru.
    Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan komitmen bersama untuk melakukan pendidikan pemilih yang programatik dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan institusi pendidikan. Dengan adanya program pendidikan pemilih yang sistematif, terstruktur dan masif pada pemilu pilpres 2014., tidak hanya kepada pemilih pemula saja tetapi juga kepada calon pemilih secara keseluruhan maka pemahaman pemilih dan juga motivasi pemilih dapat meningkat serta pemilih, khususnya pemilih pemula dapat menentukan pilihan dengan rasional dan kritis..


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Debat tidak Pengaruhi Pilihan Pemilih Jelang Pilpres

    Debat tidak mempengaruhi pilihan politik masyarakat jelang Pilpres 9 Juli 2014.  Ini ditunjukkan oleh hasil poling dari Indikator Politik Indonesia sebelum dan sesudah debat.Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi,…
  • sample9

    Rakornas Dalam Rangka Pemantapan Pelaksanaan Pilpres Tahun 2014

    Pemilu merupakan salah satu pilar demokrasi sebagai wahana untuk mendapatkan legitimasi bagi sebuah pemerintahan.  Sehingga dengan demikian, pemerintahan yang dihasilkan dari pemilu diharapkan merupakan pemerintahan yang mendapat legitimasi yang kuat…
  • sample9

    13 Instruksi Presiden Soal Pelaksanaan Pilpres 2014

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka Rakornas Pemantapan Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat.     "Pada kesempatan ini…
  • sample9

    Pilpres Butuh Restu Rakyat

    Koalisi PDI Perjuangan (PDI-P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nasdem yang mengusung…
  • sample9

    Profesionalisme Media Pada Pilpres 2014

    Terkait dengan momentum Pemilihan Presiden 2014, media khususnya media sosial memiliki peran yang cukup signifikan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang sosok pemimpin Indonesia di masa mendatang. Pemimpin yang akan…
  • sample9

    Menciptakan Pilpres yang Demokratis dan Bermartabat

    Menjelang Pilpres 2014 berbagai trik dan intrik dilakukan calon presiden (Capres) melalui partai politiknya. Tidak ada kata menyerah, berbagai hal dilakukan dalam merebut parpol untuk berkoalisi agar memenuhi standar pencapresan.Capres…
  • sample9

    Survei Polling Center: 93,2% Beri Suara Saat Pilpres

    Kesadaran publik untuk mengikuti Pemilihan Umum 2014 kini semakin besar. Hal tersebut terlihat dari hasil survei Polling Center. Hasil survei itu menyebutkan, mayoritas masyarakat di Indonesia akan memberikan suaranya pada…
  • sample9

    RUU Pilpres Dihentikan Karena PT

    Anggota Baleg Fraksi PDI Perjuangan, Arif Wibowo menjelaskan, pembahasan revisi UU Pilpres menjadi kontraproduktif karena fraksi bersikukuh pada persoalan mempertahankan atau menurunkan angka presidential thereshold. "Yang tidak produktif itu thereshold.…
  • sample9

    Baleg resmi hentikan pembahasan revisi UU Pilpres

    Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyepakati untuk menghentikan pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres).Dengan demikian, untuk pilpres yang akan datang tetap menggunakan UU Pilpres…
  • sample9

    Revisi UU Pilpres Resmi Dibatalkan

    Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat memutuskan untuk menghentikan rencana revisi Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Menurut Ketua Badan Legislasi, Ignatius Mulyono, keputusan ini akan…
  • sample9

    RUU Pilpres Diputus 3 Oktober

    Metrotvnews.com, Jakarta: Hasil lobi antarfraksi terkait menyepakati nasib revisi UU 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden akan diputuskan Kamis (3/10) dan dilakukan di tingkat Badan Legislasi.…