Kamis, 21 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pemilu 2014 Titik Baru Manajemen Pemilu yang Lebih Baik

  • Komsioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sigit Pamungkas mengatakan bila dilihat dari pemilu-pemilu sebelumnya, pemilu 2014 merupakan titik baru manajemen pemilu yang lebih baik di Indonesia.

    "Kalau kita lihat pemilu 2014 dari sisi manajemen pemilu, untuk pemilu 2014 ini merupakan titik baru manajemen pemilu di Indonesia yang lebih baik. Karena pemilu 2014 berangkat dari kekurangan pemilu sebelumnya, ada banyak yang dilakukan dan diperbaharui," ujarnya dalam diskusi Masyarakat Peduli Pemilu (Mappilu) Pesatuan Wartawan Indonesia (PWI) bertajuk 'Mengawasi Pelaksanaan Pileg Menyelamatkan Demokrasi Kita,' di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Kamis (3/4).

    Dipaparkan Sigit adanya perbaharuan manajemen pemilu dimulai dari bagaimana menjaga kualitas Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan bagaimana memastikan suara pemilih tetap terjaga keasliannya di penghujung penghitungan pemilih.

    "Menyangkut DPT, KPU saat ini punya data 'by name by address'. Kedua pada saat bersamaan DPT bisa dimiliki semua peserta pemilu, jadi kalau orang bilang ada operasi senyap DPT, orang bisa mengkontrol DPT dan bisa menelisik apakah pemilih fiktif ataukah riil, apakah nama pemilih kita asli atau tidak, sehingga nanti diharapkan DPT tidak menjadi problematik karena sejak awal DPT ada semua," tuturnya.

    Dengan cara ini, maka ketika ada kesalahan yang berkaitan dengan DPT, parpol maupun calon anggota DPD, bisa jauh hari mengetahui dengan melakukan pengecekan.

    Manajemen pemilu lainnya, lanjut Sigit adalah mengenai pengamanan surat suara dimana surat suara pada pemilu saat ini memiliki microtext. Diharapkan dengan cara ini surat suara tidak bisa dipalsukan.

    Lebih lanjut Sigit juga memaparkan terkait surat pindah pemilih yang pada awalnya, salah satu jalan untuk pemilih perantau hanya hanya dengan kembali ke daerah asal untuk menggunakan hak pilihnya juga sudah dibenahi KPU.

    "Surat pindah pemilih bisa didapatkan di KPU tujuan, artinya pemilih perantau tidak perlu pulang ke daerah asal untuk dapatkan formulir A5 ini. Semua bisa dilakukan karena DPT KPU sudah bisa by name by address. Nanti data di daerah asal akan dipindahkan ke daerah tujuan. Langkah KPU ini untuk menampung para pekerja ataupun mahasiswa yang pada hari H pemungutan suara tidak bisa pulang atau kembali ke daerah asal. Jadi tidak ada alasan lagi bagi pemilih untuk tak gunakan hak pilihnya," imbuhnya.

    Berikutnya, manajemen pemilu yang diperbaiki lainnya adalah melonggarkan suara invalid. Dengan melihat pengalaman pemilu sebelumnya dimana suara invalid pada pemilu 2009 sebanyak 14 persen, kemudian pemilu 2004 sebanyak 3 persen maka KPU kemudian memutuskan untuk melonggarkan suara invalid.

    "Suara invalid 14 persen itu hampir 18 juta pemilih. Padahal KPU sudah cape-cape mempersiapkan pemilu tapi suara pemilih yang tak sah banyak. Memang belum ada riset serius apakah fenomema atau karena teknis di luar KPU. Tapi kalau asumsi KPU karena persoalan teknis. Prinsipnya asal ada coblosan masih di dalam 1 kotak parpol maka itu dianggap sah. Demikian juga kalau nama caleg dicoblos banyak maka dianggap sah, suaranya masuk ke partai. Selama masih di kolom parpol. Harapan KPU dengan langkah ini suara invalid bisa di tekan," ucapnya.

    Kemudian, lanjutnya, adalah bagaimana menjamin suara pemilu dengan dilakukan pemasangan kembali rekap C1 plano ketika di bawa ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari Tempat Pemungutan Suara (TPS).

    KPU juga akan memberikan hasil di TPS dan lampiran-lampirannya kepada saksi partai yang hadir. Dokumen-dokumen serta berita acara KPU pun nantinya juga akan diberi hologram khusus dimana ketika difotocopy maka akan pecah. Hal ini dilakukan KPU untuk menjamin ketika terjadi sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK), maka MK bisa membedakan mana yang asli dan tidak. Selain itu KPU Kabupaten/Kota juga diwajibkan mengupload hasil C1 dengan cara dipindai (scan) sesuai aslinya dalam bentuk gambar sehingga masyarakat dapat meilhat dokumen asli penghitungan suara dari tiap KPU Kabupaten/Kota.

    "Semua itu tadi, tantangannya adalah nanti lancar atau tidak. Kita harapkan tentunya dengan manajemen yang baru ini, pemilu 2014 menjadi lebih berkualitas," tegasnya.


    Files Download :

Related Posts

  • No Related posts.