Senin, 18 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Potensi Kecurangan Pemilu Terletak di Unsur Manusia

  • Ahli Teknologi Informasi (TI) Prof. Richardus Eko Indrajit, mengatakan rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan alat pemindai atau scaner untuk merekam data form C-1 dari setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), masih berpotensi untuk dicurangi.

    Dalam diskusi Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), "Mengintip Kerentanan IT Pemilu 2014," di Hotel Luansa, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2014), mengatakan potensi kecurangannya terletak pada operator yang memindahkan data manual ke komputer.

    "Potensi kecurangan itu ada di kontrol TI-nya, manusia nya," katanya.

    Di Indonesia hasil perolehan suara di TPS dilakukan secara manual, petugas di TPS akan mencatat data perolehan suara dengan cara tulis tangan. Sang operator yang memindahkan data tulis tangan ke data TI itu lah yang menurutnya masih rentan untuk dipermainkan.

    Menggunakan kertas C1 yang berhologram pun kata dia juga bisa jadi sia-sia, karena data dari kertas itu akan ditransfer ke sistem secara manual. Belum lagi kesalahan tulis sang operator, yang keliru meniliskan angka 0 dengan angka 6.

    "Yang penting sekarang itu masuk komputer, apa ketik tangan atau scan, macam-macam, harus ada yang memantau prosesnya,"

    Permasalahan itu kata dia salah satunya karena di Indonesia masih meletakan TI sebagai hal penunjang, bukan sebagai pengaman utama. Ia mengatakan di Indonesia data yang disimpan di sistem TI hanya menjadi pelengkap, bukan sebagai acuan utama seperti yang terjadi di banyak negara maju.

    "Saya berharap di Pemilu 2019 TI bisa ditingkatkan lagi posisinya, kalau untuk pemilu 2014 ini sudah tidak terkejar," katanya.


    sumber :  tribunnews.com


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…