Selasa, 26 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pemilu Jurdil Tak Akan Dorong Publik Lakukan Pemakzulan

  • Pemimpin yang dihasilkan dari pemilihan umum yang jujur dan adil (jurdil) tidak akan mendorong rakyat untuk melakukan pemakzulan (impeachment), kata peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI R. Siti Zuhro.

    "Belajar dari hasil pemilihan umum (pemilu) tahun 2004 dan 2009 yang menunjukkan bahwa selama pemimpin tidak melakukan pelanggaran hukum dan korupsi, rakyat tidak akan menuntut pemimpin untuk mundur. Artinya, pemimpin yang dihasilkan dari pemilu yang jurdil tak akan mendorong kecenderungan 'impeachment'," katanya ketika dihubungi dari Semarang, Selasa malam.

    Sebaliknya, kata Prof. Wiwieq sapaan akrab Prof. R. Siti Zuhro, M.A., Ph.D, pemilu yang tidak "free and fair" akan menimbulkan ketidakpercayaan rakyat dan membuat "distrust" publik kepada keabsahan pemimpin.

    Dosen tetap pada Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta itu berpendapat bahwa setiap pemilu menimbulkan harapan rakyat akan adanya perubahan.

    "Calon pemimpin yang digadang-gadang rakyat adalah sosok yang diharapkan mampu menghadirkan perubahan konkret berupa kesejahteraan rakyat," katanya.

    Oleh karena itu, lanjut Prof. Wiwieq, siapa pun yang memimpin Indonesia selama yang bersangkutan tidak melanggar hukum dan tidak melakukan korupsi maka tidak akan digugat rakyat.

    "Pemilu memerlukan pemilih-pemilih cerdas dan kritis agar pilihannya tepat dan bermanfaat," kata Prof. Wiwieq yang juga alumnus Curtin University, Perth, Australia itu.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…