Kamis, 21 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Bawaslu gandeng ormas awasi pemilu

  • Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  menggandeng sejumlah organisasi kemasyarakatan serta lembaga pers dalam melakukan kegiatan pengawasan pelaksanaan Pemilu melalui penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan di Jakarta, Selasa.

    Kerja sama dalam pengawasan Pemilu dilakukan oleh Bawaslu dengan Pengurus Besar Perhimpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, serta Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta.

    "Pemilu adalah hajatan bersama, oleh karena itu harus ada tanggung jawab bersama pula sehingga harus terpanggil secara sukarela," kata Muhammad.

    Kerja sama dengan PB HMI dan PP Nasyiatul Aisyiyah tersebut dilakukan untuk mendukung gerakan moral yang sedang dibangun Bawaslu yaitu "Gerakan Sejuta Relawan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu".

    Terkait kerja sama pengawasan antara Bawaslu dan AJI Jakarta, dibentuk sebuah aplikasi MataMassa yang dapat dengan mudah digunakan oleh masyarakat kelas menengah untuk menyampaikan laporan mereka.

    Ketua AJI Jakarta, Umar Idris mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat semakin mendorong warga dan kelompok masyarakat untuk memanfaatkan media yang ada dalam menyampaikan segala bentuk kecurangan selama proses tahapan dan pelaksanaan Pemilu berlangsung.

    "Melalui kerja sama ini berarti setiap laporan masyarakat seputar pelanggaran Pemilu akan langsung disampaikan kepada pengawas Pemilu," kata Umar.

    Sejak 1 Januari hingga awal Februari, MataMassa telah menerima laporan dugaan pelanggaran administratif dan tindak pidana Pemilu, dengan rincian melalui pesan singkat 64 kasus, surel 57 kasus dan terbanyak melalui aplikasi telepon seluler dan situs resmi yaitu 173 kasus,

    Bagi masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran Pemilu dapat mengadukannya melalui pesan singkat ke nomor 081370202014, surel ke lapor@matamassa.org atau dengan mengunduh aplikasi telepon seluler untuk sistem operasi iOs dan Android.

    Dalam pelaporannya, AJI Jakarta akan menyampaikan laporan dugaan pelanggaran Pemilu secara bertahap dengan menggunakan prosedur formal melalui formulir khusus pelapor maupun teknologi informasi.

    Bawaslu akan menerima notifikasi langsung mengenai laporan masyarakat yang sudah terverifikasi dan dipublikasikan di situs resmi serta aplikasi program MataMassa.

    Program Matamassa merupakan hasil kerja sama Bawaslu dengan AJI Jakarta dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), seperti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), ICT Laboratory for Social Change (Ilab) serta Southeast Asia Technology and Transparency (SEATTI). 


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Tak Hanya Gafatar, Mendagri Minta Semua Ormas Ditelaah Kembali

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan radiogram ke seluruh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah se-Indonesia. Radiogram terkait keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) serta organisasi lain. "Sudah bikin radiogram ke…
  • sample9

    UU Ormas Baru Mulai Disebarluaskan

    ORGANISASI massa ternyata sangat menarik untuk dibicarakan. Dan hari ini (30/11/2013) Direktorat Jendral Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)…
  • sample9

    Hari Ini Sosialisasi UU Ormas di Aceh

    JAKARTA - Hari ini, tim dari Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri, mengadakan sosialisasi Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, di Aceh.
  • sample9

    Kegiatan Ormas Bisa Dihentikan

    Sanksi peringatan tertulis kepada ormas diberikan secara bertahap. Mulai dari peringatan pertama, kedua, hingga ketiga.
  • sample9

    Bantuan ke Ormas Bisa Dihentikan

    Pemerintah bisa menjatuhkan sanksi kepada Ormas berupa penghentian bantuan. Hanya saja, sanksi ini baru bisa dikeluarkan jika Ormas yang bersangkutan sudah mendapatkan peringatan ketiga.