Senin, 18 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Sukseskan Pemilu 2014, Jajaran Kesbangpol Tindaklanjuti Arahan Presiden

  • JAJARAN Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di daerah diminta segera menindaklanjuti 13 arahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi kesbangpol dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Demikian dikatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Kesbangpol A Tanribali Lamo, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) jajaran Kesbangpol dalam rangka menyukseskan Pemilu 2014 di Jakarta, Rabu (12/2).

    Dari 13 ajakan dan arahan Presiden yang telah disampaikan pada Rakornas Persiapan Pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 di Jakarta, Selasa (11/2), kata Tanribali, setidaknya ada beberapa poin yang perlu mendapatkan perhatian jajaran kesbangpol di daerah. Diantaranya, secara bersungguh-sungguh menyukseskan Pemilu DPR, DPD dan DPRD 2014, mencegah kekerasan dan benturan antar kontestan Pemilu, meminta jajaran pemerintah supaya tetap mengutamakan penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan mencegah terjadinya conflict of interest, serta meminta jajaran pemerintah untuk membantu Penyelenggara Pemilu, baik KPU, Bawaslu dan DKPP sesuai permintaan Penyelenggara Pemilu dan aturan perundang-undangan.

    “Setidaknya, ada beberapa tambahan fokus perhatian jajaran kesbangpol pada penyelenggaraan Pemilu ke depan,” kata Tanribali.

    Beberapa tambahan fokus perhatian itu, lanjut Tanribali, diantaranya terkait langkah-langkah strategis dalam upaya pemantapan stabilitas keamanan dan politik dalam negeri. Langkah-langkah yang perlu dilakukan diantaranya mengaktifkan dan mengefektifkan lembaga-lembaga forum koordinasi seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), contohnya Forum Kerukunan Umat Beragaman (FKUB) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimpda). Selain itu, menindaklanjuti secara efektif pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri. 

    Fokus perhatian lainnya, sambungnya, terkait dukungan pemerintah bagi suksesnya Pemilu 2014. Diantaranya, penugasan personel dan penyediaan sarana dan prasana bagi sekretariat penyelenggara pemilu di daerah, kelancaran transporasi pengiriman logistik Pemilu, monitoring kelancaran penyelenggaraan Pemilu, serta kegiatan lainnya sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan Pemilu yang dilaksanakan setelah adanya permintaan dari penyelenggara Pemilu.

    Jajaran kesbangpol di daerah, kata Tanribali, juga diminta untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan dalam penyelenggaraan Pileg 2014. Berdasarkan kajian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), ada beberapa kerawanan yang perlu diantasipasi seluruh pihak dalam rangka sukses Pemilu 2014, diantaranya tahapan kampanye, logistik, dan pemungutan dan penghitungan suara.

    “Untuk tahapan logistik ada 155 kabupaten/kota yang masuk kategori sangat rawan, 304 rawan, dan 97 aman, sementara tahapan pemungutan dan penghitungan suara terdapat 92 kabupaten/kota yang masuk kategori sangat rawan, 30 rawan, dan 388 kabupaten/kota dalam kategori aman,” urai Tanribali.

    Sementara, Sekretaris Dirjen Kesbangpol Indra Baskoro menambahkan, ada beberapa rekomendasi yang perlu dilaksanakan jajaran kesbangpol daerah dalam upaya mewujudkan stabilitas keamanan dan politik dalam rangka suksesi Pemilu 2014. Jika, stabilitas keamanan politik kondusif maka akan mendukung kesuksesan pelaksanaan Pemilu 2014 serta menjaga ketangguhan ketahanan nasional.

    “Diantaranya, perlu meningkatkan intensitas pertemuan formal (raker, rakor) maupun non formal (sarasehan) serta pemantauan secara periodik dengan melibatkan berbagai institusi terkait guna menciptakan stabilitas keamanan dan politik di daerah,” ujarnya. 


    sumber : jurnas.com


    Files Download :

Related Posts

  • No Related posts.