Minggu, 18 November 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Dana Saksi Untuk Antisipasi Kecurangan Pemilu

  • Pemilu di Indonesia tidak luput dari isu kecurangan, yang dilakukan sporadis maupun sistematis. 

    Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi kecurangan pada Pemilu 2014, DPR dan Pemerintah sepakat menggelontorkan Rp 700 miliar dana untuk saksi. 

    Para saksi ini terdiri dari mahasiswa berprestasi yang akan disebarkan di seluruh Indonesia. 

    Wakil Ketua Komisi II DPR RI,  Khotibul Umam Wiranu mengatakan, keputusan menggelontorkan dana saksi untuk setiap TPS  pada Pemilu 2014 semata-mata ingin menciptakan pemilu yang baik, modern, jujur dan adil (jurdil). 

    Karena itu,  harus ada saksi  yang dibiayai oleh negara. Sebab tanpa mendatangkan saksi di setiap TPS, mustahil akan mewujudkan pemilu yang jurdil, karena justru di TPS itulah  yang sering terjadi manipulasi dan jual-beli suara. 

    “Di TPS seperti pemilu sebelumnya, banyak terjadi jual-beli suara A oleh si B, atau antara caleg dan atau antara parpol. Jadi, tak mungkin mewujudkan pemilu yang adil, jujur kalau tanpa saksi dari parpol di setiap TPS,”  kata Khotibul Umam Wiranu di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (28/1). 

    Menurut Umam, akibat tidak ada saksi di setiap TPS dan kecamatan, maka banyak terjadi kecurangan suara pemilu. 

    Dengan adanya dana saksi, anggota KPU tak akan bisa melakukan jual-beli suara karena semua saksi hadir di setiap TPS dengan memegang bukti kertas C 1 Plano itu.


    Files Download :

Related Posts