Rabu, 20 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pemilu Serentak Lebih Efisien

  •  Pelaksanaan pemilihan umum anggota legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI secara serentak dinilai jauh lebih efisien. Dana pesta demokrasi yang dikeluarkan lebih dari satu kali, yakni dalam Pileg dan Pilpres, merupakan pemborosan. Demikian disampaikan Fitriyah, pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah.

    Menurut Fitriyah, jika pemilu dilakukan serentak, tidak ada lagi sistem threshold (ambang batas 20 persen dan 25 persen), dan hal tersebut tidak melanggar konstitusi.

    "Calon presiden dan calon wakil presiden memang bisa banyak, tetapi dari seluruh partai politik peserta Pemilu 2014 tentu tidak akan mengusung sendiri-sendiri calonnya. Kecenderungan koalisi masih tetap tinggi," tutur dia, Ahad (19/1).

    Koalisi yang dilakukan sejak awal, menurut Fitriyah, akan lebih permanen karena berdasarkan ideologi dan platform yang lebih jelas. Adanya ideologi dan platform yang lebih jelas tersebut, kata Fitriyah, juga akan memudahkan pemilih dalam menentukan pilihan.

    Sebelumnya, pakar komunikasi politik Effendi Gazali juga menilai pelaksanaan pemilu secara serentak selain efisien, juga dapat mendidik para pemilih menjadi cerdas menerapkan sistem presidential coattail dan political efficasy (kecerdasan berpolitik).

    Presidential coattail, yakni setelah memilih calon presiden, pemilih cenderung memilih partai politik atau koalisi partai politik yang
    mencalonkan presiden yang dipilihnya. Pemilih memilih presiden sama dengan pilihannya untuk anggota DPR dan DPRD dalam satu partai.

    Political efficasy, yakni bisa memilih anggota legislatif dan memilih presiden yang diusung partai lain. Hal tersebut dapat dilakukan jika pemilu anggota legislatif dan presiden dilakukan serentak.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…