Senin, 18 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pemilu di Wilayah Bencana Rawan Kecurangan

  • JELANG pelaksaan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, moment bencana alam sering dimanfaatkan calon legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) mencari perhatian dari pemilih yang menjadi korban bencana. Kondisi ini justru akan menyebabkan kerawanan terjadinya kecurangan saat pemilihan wakil rakyat di wilayah bencana.

    "Sangat mungkin terjadi kerawanan dan kecurangan di TPS-TPS di wilayah bencana saat Pileg," kata Deputi Direktur Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Very Junaidi kepada jurnas.com, Rabu (15/1).

    Very menuturkan, parpol dan caleg yang mencari perhatian saat moment bencana banjir dan bencana gunung meletus memang sah-sah saja mendirikan posko bencana dan memberi bantuan kepada korban bencana, asalkan tidak melakukan money politik.

    Mesin politik parpol dan caleg seharusnya jangan hanya membantu korban bencana disaat bencana tersebut menjadi perhatian publik, namun harus berkesinambungan. Hanya saja dibalik itu semua, kesempatan inilah yang dimanfaatkan parpol dan caleg meningkat pemilih di lokasi bencana.

    "Maka harus diidentifikasi kerawanan terhadap pemilih di wilayah bencana," papar Very.

    Menurutnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang tidak hanya di tingkat pusat bahkan di daerah harus melakukan antisipasi agar tidak terjadinya kecurangan pemilihan di TPS berada pada lokasi bencana. KPU dan Bawaslu harus melakukan upaya pencegahan kerawanan dan kecurangan di TPS wilayah bencana.

    "Jangan sampai di wilayah bencana kontrol KPU dan Bawaslu kurang terhadap pelaksanaan pileg dan pemilih di TPS lokasi bencana," ujar Very.

    Komisioner KPU Pusat Ferry Kurnia Rizkiansyah mengatakan, 

    KPU sudah melakukan koordinasi dengan KPU di daerah untuk melakukan antisipasi tepatnya di lokasi bencana seperti korban banjir di Jakarta dan gunung meletus Sinabung, Sumatera Utara. KPU memastikan secara spesifik perlu adanya upaya menjaga agar tidak terjadinya kecurangan saat pileg dilaksanakan di TPS yang tersedia di titik lokasi bencana.

    "Soal pendataan pengungsi yang ada akan kembali di cek KPU setempat agar terintegrasi dengan data yang sebelumnya ada, ini kita lakukan agar korban bencana berhak memilih di TPS yang sudah disediakan, KPU tentu berharap tidak terjadi kecurangan di wilayah bencana," kata Ferry ditemui di kantor KPU, Menteng, Jakarta, Rabu (15/1). 


    sumber : jurnas.com


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…