Senin, 25 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Sosialisasi Pemilu Tidak Efektif

  • Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa kali menayangkan iklan sosialisasi pemilu. Namun ternyata, iklan-iklan itu dinilai belum efektif untuk menginformasikan soal Pemilu 2014 apalagi mengajak publik menggunakan hak pilihnya. 

    "Saya belum begitu melihat (efektivitas iklan sosialisasi pemilu). Belum merasa booming," ujar praktisi periklanan Butet Kertarajasa di sela-sela rapat dengan KPU di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2014) malam. 

    Dia mengatakan, hal itu tidak serta-merta disebabkan isi dan kualitas iklan yang tidak baik. Menurutnya, rendahnya efektibitas sosialisasi bisa jadi diakibatkan jam tayang iklan yang kurang tepat. 

    "Mungkin frekuensi penayangan juga belum diatur. Penayangannya juga harus cermat memilih media, memilih jam tayang. Hal-hal seperti itu komisioner (KPU) belum tahu. Justru itu kami datang ke sini, untuk memberi pengetahuan," ujar budayawan itu. 

    Dia mengatakan, iklan yang efektif tidak harus mahal. "Bagaimana juga membuat sosialisasi yang efisien. Jangan sampai malah mahal," ujar Butet. 

    Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, KPU belajar dari Butet perihal sosialisasi pemilu yang efektif dan efisien. "Butet mau mendukung sosialisasi pemilu. Dia memberi masukan-masukan kepada kami soal aktivitas yang harus kami lakukan. Misalnya teknis sosialisasi," ujar Ferry. 

    Dia mengatakan, belum ada niat dari KPU untuk menjadikan Butet sebagai bintang iklan atau duta pemilu. "Kami belajar saja pada dia," katanya.


    sumber : kompas.com


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…