Jumat, 22 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Jadwal Pelaksanaan Pemilu Dinilai Harus Direvisi

  • Direktur Lingkar Madani dan pengamat pemilu, Ray Rangkuti, mengungkap jadwal pelaksanaan pemilu harus dianalisis kembali. Hal itu karena jadwal pemilu merupakan satu-satunya yang tidak diubah dalam revisi sistem pemilu secara menyeluruh.

    "Asumsi mendahulukan pileg daripada pilpres itu bisa diterima karena dulu sistemnya presiden dipilih oleh MPR. Sementara MPR merupakan kumpulan anggota DPR ditambah perwakilan golongan dan daerah. Makanya pilpres dibelakangkan. Tetapi setelah pemilihan langsung, cara berpikir seperti ini, sejatinya bisa dikoreksi untuk disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi," kata Ray di Jakarta, Sabtu (21/12).

    Menurutnya, salah satu pertimbangan adalah memastikan bahwa pilihan-pilihan masyarakat atas partai dan calon memiliki korelasi. Selama ini, di mana negara mempergunakan sistem emilihan caleg baru pemilihan presiden. Seringkali hasil pemilu tidak sinkron.

    Pemenang di pemilihan caleg tidak dengan sendirinya bisa menang di pemilihan presiden. Akibatnya, presiden terpilih sering tersandera oleh kekuatan partai mayoritas di parlemen.

    Faktor lainnya adalah efesiensi. Dengan pemilu yang berjarak, dana untuk pelaksanaan pemilu dua kali lipat. Belum lagi rsiko politik yang harus ditanggung selama dua pemilu itu dilaksanakan.

    "Benar, jika pilihannya tetap memisahkan pilpres dengan pileg, maka setidaknya mendahulukan pilpres dari pileg adalah pilihan utamanya. Soal Presiden Treshoold (Pres-T) itu bukan keharusan. Itu buat-buatan partai parlemen saja yang memang takut bersaing. Partai politik kok takut kompetisi. Pres-T itu bukan sesuatu yang mutlak, hanya dibutuhkan jika merasa bahwa perlu penyempitan capres," ujar Ray.


    Files Download :

Related Posts

  • No Related posts.