Sabtu, 20 Oktober 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Tinggi, Partisipasi Pemilih Muda untuk Pemilu 2014

  • Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari mengatakan dalam survei Indo Barometer terhadap pemilih pemula, untuk Pemilu 2014 mendatang, pemilih yang mengaku bisa dipastikan akan ikut memilih sebesar 86,9 persen.

    "Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari pemilih muda," ujarnya dalam diskusi 'Opini pemilih Muda Terhadap Politik dan Demokrasi di Indonesia Menjelang Pemilu 2014," di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

    Ditambahkan, sementara terkait alasan mereka tidak atau belum pasti ikut memilih pada Pemilu 2014 mendatang adalah karena masih menunggu kampanye sebanyak 38,1 persen dan masih ragu atau bingung sebanyak 28,6 persen.

    Ditambahkan, temuan survei yang menarik sebenarnya karena pemilih muda punya pandangan positif pengaruh pemilu terhadap masa depan bangsanya. Sebanyak 81 persen pemilih menyatakan setuju bahwa ikut serta dalam pemilu adalah upaya memperbaiki keadaan Indonesia. Selain itu 73,5 persen pemilih menyatakan bahwa pemilu adalah penting untuk masa depan Indonesia.

    Partisipasi politik muda dalam pemilu legislatif pun ditemukan dalam survei sebesar 71,5 persen, sementara dalam pemilu presiden sebesar 74,9 persen dan pemilihan gubernur sebesar 81,9 persen dan pemilihan bupati dan walikota sebesar 81,6 persen.

    Pada tingkat tataran efikasi politik atau keyakinan diri terhadap politik muda cukup tinggi terlihat dari 69,9 persen pemilih muda merasa bahwa suaranya menentukan kemenangan calon dan 60,8 persen pemilih muda merasa bahwa pendapatnya diperhatikan dalam pengambilan keputusan.

    "Sebenarnya kalau dikatakan mau mau memilih atau tidak mereka mau banget tapi tingkat partisipasinya memang lemah. Persepsi terhadap mau ikut pemilu itu cukup baik. Tapi meskipun mereka menganggap bahwa pemilu adalah sangat positif untuk demokrasi dan masa depan bangsa, namun mereka belum memiliki 'party id' yang cukup kuat ke salah satu partai politik," ungkapnya.

    Padahal, lanjut Qodari, partai politik merupakan salah satu instrumen utama dalam pemilu. Sementara hanya 10,8 persen pemilih muda menyatakan memiliki kedekatan dengan partai politik tertentu.

    Dari tingkat pengetahuan pemilih muda terhadap politik Indonesia, lanjut dia, memang ditemukan masih sangat bervariasi tergantung subyeknya. Tingkat pengetahuan mereka yang cukup tinggi pada hak prerogatif presiden dalam mengangkat dan memberhentikan kabinet sebesar 81,3 persen.

    "Bandingkan dengan mereka yang menyatakan bahwa UU dibuat DPR, pembuat UU menjadi kewenangan sepenuhnya dari DPR dan pemerintah hanya mengusulkan saja, tapi tidak berwenang membuat UU adalah pernyataan yang salah sebesar 10 persen," paparnya.

    Pemilih muda pun juga masih banyak yang tidak tahu, bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bukanlah anggota koalisi pemerintahan saat ini yakni dengan jumlah yang menjawab tidak tahu sebanyak 55 persen. Bahkan lebih banyak lagi yang tidak tahu, yakni 75 persen ketika ditanya apakah Partai Bulan Bintang (PBB) memiliki anggota DPR pusat atau tidak.

    Untuk diketahui, survei Indo Barometer ini dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1200 orang dengan margin of error sebesar 3 persen.

    Responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik muda Indonesia yang berusia 17 sampai 30 tahun ketika survei dilakukan. Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner.


    Files Download :

Related Posts

  • No Related posts.