Sabtu, 23 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pemilih kelas menengah punya pengaruh di Pilpres 2014

  • Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sigit Pamungkas mengharapkan, pemilih kategori kelas menengah agar berpartisipasi aktif untuk menghasilkan calon pemimpin yang berkualitas, dihasilkan lewat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.

    Menurut Sigit, kualitas politik menjadi negatif karena kelas menengah cenderung abai terhadap kehidupan politik. Padahal, kelas menengah dianggap sebagai pilar untuk menjembatani kelas bawah kepada pilihan pemimpinnya.

    "Artinya, tanggung jawab terhadap prospek politik Indonesia ke depan, tergantung kelas menengah ke depan orientasi politiknya," kata Sigit di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2013).

    Disayangkan, kata Sigit, pengetahuan kelas menengah tersebut tak dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dalam menentukan pilihannya. Dengan tegas, Sigit menyatakan, jika kelas menengah memilih menutup diri dengan kehidupan politik, maka kualitas pemilu yang mengharapkan pemimpin berkualitas akan hilang.

    "Mereka menarik diri dan menutup gelap mata, maka kita enggak dapat pemimpin yang kredibel," ujarnya.

    Sebaliknya, tambah dia, jika partisipasi kelas menengah menjadi aktif, maka masyarakat tingkat bawah semakin banyak menentukan pilihan siapa yang layak untuk dipilih. Sebab, kata dia, sikap positif kelas menengah bukan saja pada kerelaan memberikan suara.

    Jauh dari itu, kelas menengah memiliki fungsi kesadaran kepada masyarakat. "Bersikap positif kelas menengah, dampak positif juga bagi yang lain (masyarakat bawah)," imbuhnya. 


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…