Rabu, 27 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Parpol Dinilai Belum Fokus di Pilpres 2014

  • Pengamat Politik dari Charta Politica, Yunarto Wijaya, mengatakan bahwa pada kampanye Pilpres 2014, parpol akan tetap lebih 'menjual' citra figur bakal capresnya dan belum fokus menawarkan program kerja.

    "Sejauh ini, belum pernah ada partai politik yang fokus pada programnya ketika berkampanye karena mereka menyadari hal itu tidak akan menarik hati pemilih. Hal itu masih akan terjadi pada Pilpres 2014," kata Yunarto saat dihubungi di Jakarta, Selasa (3/12).

    Fenomena itu, menurut dia, disebabkan perilaku pemilih di Indonesia belum sepenuhnya rasional, bahkan masih didominasi dengan para pemilih yang bersifat emosional. Ia mengatakan pemilih yang bersifat tidak rasional memiliki kecenderungan untuk menentukan pilihan dengan melihat citra luar dari para tokoh capres.

    "Tidak bisa disalahkan juga bila partai tidak fokus terhadap program kerjanya karena mereka menyadari bahwa para pemilih di Indonesia kebanyakan tidak bersikap rasional dalam menentukan pilihannya," ungkapnya.

    Penyebab lainnya, kata dia, adalah perilaku pemilih yang seringkali apatis sehingga agak sulit untuk diintervensi dengan isu-isu kampanye yang berkaitan dengan program kerja capres. Oleh karena itu, ia memprediksi pada kampanye-kampanye Pilpres 2014 pun hampir tidak ada partai politik yang akan benar-benar fokus menawarkan program kerja yang jelas dengan cara implementasinya.

    "Setiap partai tentu akan menyertakan program dalam berkampanye, tetapi itu sifatnya hanya 'kosmetik'. Hanya sebagai pelengkap dalam penciteraan politik," ujarnya. Yunarto menambahkan, ada dua hal yang tetap akan dilakukan parpol dalam kampanye Pilpres 2014, yaitu penciteraan sosok capres dan politik uang.

    "Dengan kondisi pemilih seperti itu, partai secara pragmatis akan menjual figur capres karena demokrasi kita masih demokrasi yang melihat sosok," jelasnya. "Kedua, karena tahu pemilih itu apatis, partai bisa lebih pragmatis lagi dengan 'membeli' suara pemilih melalui praktik 'money politic'," tambahnya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Penting, Keberadaan Politisi Muda dalam Parpol

    Keberadaan politisi muda dalam partai politik (parpol) dinilai penting. Pasalnya, parpol membutuhkan regenerasi kader agar eksistensi politik tetap terjaga. "Tentu keberadaan politisi muda dalam suatu partai politik itu sangat penting.…
  • sample9

    Bawaslu harus cek dana kampanye parpol

    Partai politik (parpol) sudah menyerahkan laporan dana kampanye ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta untuk menelusuri kebenaran dana kampanye tersebut."Harus ada upaya dari Bawaslu untuk mengecek…
  • sample9

    Ini batasan sumbangan dana kampanye parpol

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuat batasan kepada calon penyumbang partai politik (parpol) untuk pembiayaan pada Pemilu 2014 mendatang. KPU membatasi bagi penyumbang parpol dengan batasan minimal Rp1 miliar untuk…
  • sample9

    Parpol berbenah

    MENDEKATI akhir tahun 2013, tensi politik Indonesia kian meningkat. Suasana pun jadi riuh rendah. Menyongsong masuknya tahun 2014 yang disebut-sebut sebagai tahun politik, persaingan kian kentara.Segala hal bisa menjadi sumber…
  • sample9

    Politik dinasti terbentuk karena kesalahan parpol

    Maraknya politik dinasti di beberapa daerah, menjadi tanggung jawab partai politik (parpol). Pasalnya, politik dinasti tidak akan menjadi persoalan jika dalam proses rekruitmen dilakukan transparan dan akuntabel dengan menimbang kemampuan…
  • sample9

    Program Parpol Harus Pro Masyarakat

    Dengan sistem proporsional terbuka, partai politik peserta pemilu harus memiliki program yang berpihak kepada masyarakat. Sebab, saat ini masyarakat lebih pragmatis terhadap dunia perpolitikan.