Minggu, 17 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Penyelenggara Pemilu Saling Membangun Kepercayaan

  • Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie meminta penyelenggara pemilu, yaitu partai politik, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan pengawas Pemilu (Bawaslu), Kemendagri, MK, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mulai membangun kepercayaan dalam penyelenggaraan pemilu 2014 mendatang.

    Setidaknya harus dimulai dengan tertib dan profesionalnya administrasi daftar pemilih tetap (DPT), agar menhasilkan pemimpin yang berkualitas, dan berintegritas.

    “Kalau tidak, dampak ketidakpercayaan (distrust) pada pemilu akan makin meluas. Jadi, administrasi kita ini belum modern. Padahal, kalau administrasi tidak beres, dan terus dibiarkan, maka akan berdampak negatif sangat luas. Ini sangat serius dan berbahaya untuk pemilu 2014,” tegas Jimly pada peluncuran buku Agun Gunandjar Sudarsa ‘Membangun Optimisme Indoensia Sejahtera 2020’ di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Rabu (20/11/2013).

    Menurut Jimly, pemilu 2014 merupakan puncak konsolidasi demokrasi, maka pemilu harus dikawal semua pihak agar berjalan secara jujur, adil, demokratis, dan terhindar dari politik transaksional.

    “Kepercayaan itu harus benar-benar kita jaga, di tengah ambruknya wibawa MK sebagai lembaga peradilan sengketa pemilu tertinggi, kekecewaan rakyat terhadap parpol yang terus melorot dan seterusnya,” tambah Jimly.

    MK lanjut Jimly, adalah sebagai ujung tombak untuk menyelesaikan sengketa pemilu 2014, sehingga harus membangun kepercayaan dengan optimal. “Kalau tidak dari sekarang, maka akan terjadi demoralisasi pada MK, sementara MK menjadi ujung tombak penyelesaian sengketa pemilu 2014,” ujarnya.

    Menyinggung sebuah buku kata Jimly, sebaiknya menulis buku itu dibiasakan agar menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang. Sama halnya dengan membiasakan membaca, yang bukan saja membaca buku, tapi membaca tanda-tanda kehidupan alam semesta.

    “Kalau membaca buku untuk memahami sejarah dan mengetahui masa lalu, tapi kalau membaca kehidupan adalah untuk memahami masa kini,” ungkapnya.

    Karena itu, dia mengapresiasi terbitnya buku Agun tersebut, yang memang lama bertugas di di Komisi II DPR RI yang selalu bersinggungan dengan proses pembahasan perundang-undangan, pemerintahan, dan penyelenggaraan pemilu. “Semoga Pak Agun di 2014 nanti melanjutkan konsolidasi demokrasi dengan menjadi Mendagri atau Menpan,” kata Jimly mendoakan.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…