Senin, 18 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

  • Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi pemicu kepada publik untuk sadar dan berpartisipasi dalam proses pemilu.

    "JPPR sudah melakukan hal tersebut. Misalnya kami memotret pelanggaran alat peraga yang dilakukan oleh calon legislatif maupun partai politik. Kami berharap, masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam pemantauan pemilu di dalamnya," ujarnya di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (18/6).

    Ditambahkan, penyebaran informasi ini sudah disosialisasikan lebih awal ke 1.003 relawannya di lima provinsi yakni Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur.

    Ia mengaku selama proses pemantauan tersebut, JPPR bersama dengan tim masih menemukan banyak alat peraga yang masih bertebaran di berbagai tempat umum. Selain itu, banyak spanduk yang terpasang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan KPU Nomor 15 tahun 2013 tentang pedoman berkampanye.

    Melalu media sosial, menurutnya pemantauan pelanggaran alat peraga tersebut lebih cepat ditindaklanjuti ketimbang melalui jalur birokrasi.

    "Kami sebar di twitter dan facebook fotonya, banyak komentar pengguna media sosial. Jelang tiga hari spanduk tersebut sudah diturunkan," tuturnya.

    Ditegaskan pula, pihaknya mengimbau masyarakat agar ke depan mau lebih andil dalam berpartisipasi pada kegiatan dan tahapan Pemilu. Karena, menurutnya, partisipasi tidak hanya saat pemungutan suara, namun dalam masa tahapan pun diperlukan.

    Masyukurudin menegaskan bahwa pada dasarnya masyarakat akan mengalami kerugian sosial dan ekonomi jika sudah tidak peduli dengan kegiatan serta tahapan pemilu.

    Kerugian ekonomi yakni berkenaan dengan uang rakyat yang terbuang sia-sia, sedangkan sisi sosial berkaitan masa depan Indonesia jika salah memilih pemimpin.

    Masyukurudin juga menilai bahwa dengan peran media sosial dan teknologi informasi dalam pemantauan Pemilu dapat membangun kedekatan dengan semua pihak, baik masyarakat, calon anggota legislatif ataupun partai politik.

    Untuk diketahui, guna meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai pemantau pemilu, JPPR secara khusus memberikan ruang melalui website resminya di www.pantaupemilu.develmedia.net . Dalam website tersebut juga JPPR mengajak masyarakat untuk belajar bagaimana menjadi pemantau pemilu melalui modul, video tutorial dan beberapa data pendukung yang bisa digunakan sebagai pedoman masyarakat untuk berpartisipasi pada tahapan pemilu 2014 mendatang.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…