Kamis, 21 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Presiden: Kemajemukan Tantangan Demokrasi Indonesia

  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengemukakan masalah menjaga kemajemukan atau perbedaan adalah tantangan utama dari praktik berdemokrasi dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia. Demokrasi tidak cukup dengan adanya kebebasan (freedom), tetapi bagaimana kebebasan itu bisa menerima dan menjaga perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat. Tanpa mampu menerima perbedaan maka demokrasi akan melahirkan anarki karena akan ada pemaksaan kehendak.

    “Tantangan kita ke depan adalah mengelola kemajemukan. Negara kita memiliki kemajemukan agama, etnis, suku dan identitas yang berbeda. Mengelola kemajemukan itu sesuatu yang tidak pernah berhenti, not taken for granted,” kata Presiden dalam konferensi pers di sela-sela acara Forum Demokrasi Bali atau Bali Democracy Forum (BDF) ke-6 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Kamis (7/11).

    BDF dihadiri 86 delegasi dari Asia dan Pasifik, 3 organisasi internasional dan 30 menteri dari berbagai negara sahabat. Tampak hadir Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam dan PM Timor Leste Xanana Gusmao.

    Presiden menjelaskan dalam menjaga kemajemukan perlunya dibangun semangat dan sikap yang moderat dan toleransi. Pikiran yang ekstrim dan sikap radikal tidak cocok untuk hidup dalam demokrasi di sebuah bangsa majemuk.

    “Kita perlukan sikap moderat, sikap yang mengajak semuanya untuk saling hormat-menghormati. Ini berlaku bagi Indonsia dan negara lain,” tuturnya.

    SBY juga menjelaskan masalah harmonisasi dalam berbagai segi kehidupan adalah tantangan demokrasi. Harmonisasi itu mencakup bagaimana menjaga keseimbangan antara kebebasan (freedom) dan penghormatan terhadap hak azazi manusia yang ada dalam prinsip-prinsip dasar demokrasi dengan keberlangsungan pembangunan bangsa. Selain itu bagaimana mengharmoniskan antara kepentingan menjaga perdamaian dan stabilitas dengan penegakan hukum.

    “Demokrasi harus dipasang-pasangkan. Semua faktor-faktor ini harus saling memperkuat. Kerena yang kita tuju adalah negara yang aman dan damai, justice tegak, demokratis dan sejahtera. Demokrasi bukan tujuan akhir, tapi a common good (kesejahteran) bagi rakyat dan ngara yang bersangkutan,” ujarnya.

    Dia menegaskan BDF adalah forum yang inklusif dan terbuka. Melalui forum itu diharapkan semua peserta bisa saling berbagi dan sharing, apakah itu pengalaman, konsep termasuk pikiran-pikiran mengenai demokrasi.

    “Sejak kami selenggarakan 2008 lalu, forum ini tidak pernah secara spesifik membahas isu di negara-negara tertentu dan bukan mencari solusi,” tegasnya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    DEMOKRASI SEBUAH KEBUTUHAN MASYARAKAT MODERN

    DEMOKRASI SEBUAH KEBUTUHAN MASYARAKAT MODERN Kontemplasi Pemikiran Robert A Dahl Pertanyaan dasar yang menarik dalam buku On Democracy karangan Robert Dahl adalah sejak kapan demokrasi dibutuhkan ?…