Kamis, 21 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pakar: Tokoh Alternatif Bisa Menekan Golput di Pemilu 2014

  • Kehadiran tokoh-tokoh alternatif dalam Pemilu 2014 bisa menekan angka golput (golongan putih), kata analis komunikasi politik Universitas Diponegoro Semarang Turnomo Rahardjo.

    "Masyarakat sekarang kan sudah jenuh dengan pesta demokrasi. Yang tampil ternyata itu-itu lagi. Belum lagi berbagai ketidakberesan yang terjadi dalam proses demokrasi," katanya di Semarang, Selasa.

    Menurut pengajar FISIP Undip itu, masyarakat, utamanya kelas menengah ke atas yang sudah cukup bisa memahami realitas politik yang terjadi tentu akan berpikir kritis atas berbagai ketidakberesan tersebut.

    Akibatnya, kata dia, banyak di antara mereka yang kemudian memilih bersikap golput, apalagi sekarang ini sudah terbentuk cara berpikir di tengah masyarakat yang apatis terhadap pelaksanaan pesta demokrasi.

    "Sudah terbentuk cara pikir masyarakat bahwa pemilu tidak berjalan sebagaimana mestinya, terlalu banyak permainan, kemudian tidak ada tokoh alternatif yang tampil. Hanya wajah-wajah lama itu saja," katanya.

    Ia mengungkapkan bahwa cara berpikir masyarakat yang sudah terbentuk semacam itu harus dijawab dengan kehadiran tokoh-tokoh alternatif dalam bursa kepemimpinan, terutama untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014.

    Tentunya, kata dia, partai politik yang bisa menjawab keinginan masyarakat itu dengan mengusung tokoh-tokoh alternatif sebagai salah satu strategi komunikasi politik dengan masyarakat yang menjadi konstituennya.

    "Bukan salah Komisi Pemilihan Umum (KPU) kalau golput masih tinggi. Sosialisasi sudah berkali-kali dilakukan, tetap saja golput tinggi. Ini salah parpol yang tidak peka menjawab keinginan masyarakat," katanya.

    Memang, kata dia, KPU juga berkewajiban untuk menjaga pelaksanaan pesta demokrasi agar berlangsung secara "fair", tetapi kehadiran tokoh-tokoh alternatif untuk menjawab keinginan masyarakat tugas dari parpol.

    Meski demikian, Turnomo mengingatkan parpol tidak semata mengusung tokoh alternatif dengan pertimbangan tingginya elektabilitas dari hasil survei karena sifatnya yang kuantitatif, bukan kualitatif.

    "Survei itu kan sifatnya kuantitatif. Hati-hati karena sifatnya kan lebih ke angka-angka, misalnya seberapa besar orang yang memilih Joko Widodo (Jokowi). Belum mendalam pada mengapa memilih Jokowi," katanya.

    Survei yang bersifat kuantitatif memang perlu, kata dia, tetapi harus dikombinasikan dengan penelitian yang bersifat kualitatif agar hasil yang didapatkan bisa tersaji secara lebih akurat dan mendalam.

    "Kalau golput masih tinggi dalam Pemilu 2014, berarti parpol gagal menjalin komunikasi politik dengan masyarakat. Munculnya tokoh-tokoh alternatif setidaknya bisa membantu memulihkan kepercayaan rakyat," kata Turnomo.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…