Jumat, 22 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pemilih Sulit Bersikap Rasional dalam Pemilu Legislatif

  • Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Didik Supriyanto menilai, para pemilih sulit bersikap rasional dalam pemilu legislatif. Menentukan pilihan menjadi sulit karena banyaknya calon yang berkompetisi.

    "Pemilih sulit bersikap rasional ketika masuk bilik suara. Yang harus dipilih mulai dari DPR, DPD, DPRD provinsi dan kabupaten, kota, maka yang dihadapi sekitar 400 calon. Pemilu sebelumnya (2009) bisa sampai 1.800 calon," ujarnya saat menjadi pembicara dalam dialog publik bertajuk "Efektifitas Penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Bagi Pendidikan Politik Masyarakat", yang digelar Center For Constitution and Jurisprudence Studies (CCJS) di Jakarta, Senin (14/10).

    Pemilih juga dibuat bingung oleh perilaku parpol dalam membangun koalisi, terutama untuk pemilu presiden. Pada tahap awal, mungkin saja partai A, B dan C berkoalisi, tapi komposisinya kemudian berubah di pemilu putaran kedua. Kondisi ini menjadi titik mula ketidakpercayaan masyarakat kepada partai politik.

    "Yang lebih membingungkan adalah pada saat pemilu legislatif setiap parol berkompetisi sedemikian keras, sehingga mendorong pemilih bersitegang dengan anggota parpol atau konstituen. Tapi kemudian mereka berkoalisi di pilpres. Jadi di akal sehat pemilih repot, ini apa-apaan kemarin kita disuruh berantem sekarang berkoalisi," cetusnya.

    Ia juga mengeluhkan tidak adanya saluran yang memungkinkan pemilih efektif menghukum partai yang kinerjanya tidak baik. Ia mencontohkan masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Partai Demokrat sebagai pemenang pemilu.

    "Pada saat orang ingin menghukum partai, pemilu tidak ada. Tahun kedua, ketika tidak ada pemilu. Tahun ke empat sudah lupa. Tahun ke lima didatangi lagi sama partainya, lalu dipilih lagi. Memang di antara waktu pemilu ada pemilu kada, tapi pemainnya bukan partai sehingga pemilih tidak bisa menghukum partai,” tukasnya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…