Kamis, 21 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

DKPP Dorong Penyelenggara Pemilu Taat Azas

  • Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pemilu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri, Cecep Agus Supriyatna, mengatakan, setidaknya ada tujuh indikator sebuah pemilu bisa dikatakan sukses.

    Pertama, prosesnya berjalan lancar, aman dan tertib. Kedua, masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan rasa aman dan nyaman. Ketiga, tingkat partisipasi pemilih tinggi.

    Keempat, kontestan dan penyelenggara taat azas dan perundang-undangan. Kelima, minimnya konflik dan gugatan pemilu. Keenam, masyarakat siap mendukung hasil pemilu. Ketujuh, pemilu menghasilkan wakil rakyat dan kepala pemerintahan yang berkualitas, sesuai dengan harapan publik.

    Nah, khusus terkait upaya mendorong penyelenggara pemilu taat azas dan peraturan perundang-undangan, Cecep memuji Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), yang berani tegas dalam mengeluarkan putusan.

    "DKPP itu bagian dari upaya menciptakan penyelenggaraan pemilu yang lebih baik. Sudah jampir 100 orang (penyelenggara pemilu, red) yang diberhentikan DKPP," ujar Cecep dalam sebuah diskusi Pokja Wartawan Kemendagri di Bandung, akhir pekan kemarin.

    Mengenai tren terus menurunkan angka partisipasi pemilih sejak pemilu 1999 hingga pemilu 2009, pihak pemerintah belum memastikan faktor penyebabnya. Cecep hanya menyebut setidaknya ada empat kemungkinan.

    Pertama, tingkat kepercayaan masyarakat kepada partai politik menurun. Kedua, masyarakat menganggap tidak ada calon pemimpin yang menarik. Ketiga, pemilu dianggap tidak akan mengubah keadaan. Keempat, mungkin karena sudah muncul anggapan pemilu bukan sesuatu yang penting.

    Diakui, pemerintah tidak ingin tingkat partisipasi pemilih di pemilu 2014 mendatang rendah. "Karena ini menyangkut legitimasi hasil pemilu. Kami pemerintah menganggap masalah legitimasi ini penting," ujar Cecep.

    Meski diakui, berapa pun angka partisipasi, hasil pemilu tetap saja sah. "Ibarat akad nikah, asal sudah ada saksinya, dihadiri dua orang atau seribu orang, tetap saja sah," kata Cecep

    sumber : jpnn.com


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…