Kamis, 21 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pengamat: Pemilu 2014, Masyarakat Harus Pilih dengan Trust

  • Pengamat Politik Dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit

    @IRNewscom I Jakarta: PENGAMAT politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit mengatakan, dalam Pemilu 2014 mendatang, masyarakat Indonesia harus cerdas dalam memilih Presiden. Pasalnya, selama 68 tahun Indonesia merdeka, Capres yang muncul itu selalu yang popularitasnya tinggi namun integritasnya tidak.

    "Dalam Pemilu memilih berarti menyerahkan kekuasaan, hak itu diserahkan pada calon yang dipilih. Tapi memilih dengan cerdas berarti memberikan pilihan berdasarkan kepercayaan. Harus memilih dengan trust(kepercayaan), karena yang dipilih adalah penguasa, jadi asumsinya semua orang yang ambisi itu tidak tertutup kemungkinan pada penyalahgunaan kekuassan. Karena itu harus menyakinkan benar bahwa calon itu tidak akan menyalahgunakan kekuasaannya," jelas Arbi dalam rilis survei LPI, di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (08/09).

    Menurutnya, memilih dengan kejujuran (trust), sekaligus juga berharap tokoh yang dipilih dapat membantu yang memilih agar hidupnya lebih baik.

    "Trust memberi warna pada 3 proses (kenal, setuju dan memilih) yang berujung pada integritas. Fungsi integritas bagi Capres adalah dasar untuk memperoleh trust, dasar untuk populer, karena sekarang populer berdasar pencitraan tidak berdasartrust,"  jelasnya lagi.

    "Ini saatnya kita melakukan perubahan dalam pemilu kita bahwa trust harus didasar pada intergritas," lanjut Arbi.

    Lebih jauh, Arbi mengatakan, bahwa hasil survei itu kebanyakan menjebak calon pemilih karena tidak ada integritasnya (red: sisi kejujuran Capres).

    "Kita hanya mengkopi saja seperti survei-survei di Amerika. Tapi kan sebagian besar rakyat kita tidak baca koran, dan melihat televisi. Sehigga survei menjebak mereka. Kemudian, Pemilu juga menjebak mereka tanpa kampanye tentang integritas/kapabilitas. Ini perubahan besar yang harus kita lakukan. Agar pemilih tidak terjebak pada kepentingan calon," pungkas dia.

     

    sumber : indonesiarayanews.com


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…