Jumat, 23 Februari 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Provokasi Isu SARA Sangat Berbahaya di Pemilu dan Pilkada

  • Selain politik uang, salah satu isu krusial yang perlu diantisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 dan Pilkada Serentak 2018 adalah penggunaan isu SARA (suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Provokasi isu SARA dalam Pemilu dan Pilkada sangatlah berbahaya.

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, jika disebarluaskan isu SARA akan dapat menimbulkan banyak kegaduhan dan stigma atau cap buruk pada suatu kelompok sehingga perlahan akan mulai muncul sikap kebencian.

    “Hal inilah yang kemudian dapat menimbulkan gesekan, kegaduhan antarkelompok masyarakat dan kemudian dimanfaatkan oleh sekelompok oknum yang berkepentingan dengan tujuan merubah peta politik untuk kemenangan, menjatuhkan rival politiknya,” kata Tjahjo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Persiapan Pilkada Serentak Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

    Harus diakui, kata Tjahjo, memasuki tahapan Pilkada kali ini, di media sosial marak beredar isu-isu hoaks dan SARA terkait pasangan calon (paslon), seperti dugaan ijasah palsu, utang piutang dan permasalahan privasi lainnya serta upaya memantik dengan klaim gerakan kelompok massa. Banyak juga beredar akun-akun media sosial (medsos) dengan nama palsu dengan tujuan ikut berkampanye.

    Oleh karena itu, jelas Tjahjo, perlu langkah pencegahan (preventif). Yakni mengajak stakeholder masyarakat yang peduli Pilkada damai untuk berbicara dan menyuarakan Pilkada damai dengan menghindari isu provokatif yang bisa memanaskan situasi dan memecah belah bangsa.

    “Semua elemen bangsa harus bergerak untuk menyuarakan Pilkada damai, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat yang dipandang oleh publik,” kata Tjahjo.

    Kontestan yang bertarung dalam Pilkada, tambah Tjahjo, juga diharapkan untuk tidak menghalalkan segala cara dalam upaya memenangi kursi kepala daerah.

    “Jangan menggunakan politik uang, jangan memecah belah dan memakai SARA. Pilkada harus dilakukan dengan cara yang bijak,” imbaunya.

Related Posts