Jumat, 22 September 2017 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Seputar Kesbangpol » Pagelaran Wayang Kulit "Semar Mbangun Kahyangan" (11 Maret 2017)

Kyai semar sebagai abdi (Pamong) yang tidak gila harta dan kedudukang, tokoh yang sederhana tapi mempunyai tugas berat memberi petuah dan bimbingan kepada para pemimpin negara. Dia punya keinginan mbangun khayangan, tetapi bukan membangun tempat yang megah dan indah. melainkan yang akan di bangun adalah jiwa dari para pemimpin Negara Amarta. Dengan harapan bisa jadi pimpinan yang adil dan bijaksana sehingga bisa tercipta situasi negara yg aman, tentram dan damai.

Niat yang baik pasti ada halangan dan rintangan, di Negara Astina para Kurawa dan Pandawa sudah 7 hari berguru kepada brahmana yang bernama Begawan Jati Sampurna. Para Pandawa bersedia rukun dengan Kurawa atas perminta'an gurunya itu. Dengan alasan supaya bisa membatalkan perang saudara antara Pandawa dan Kurawa yaitu perang Bratayuda. Hal ini di manfa'atkan oleh Begawan Jati Sampurna untuk membunuh semar sebagai tumbal Negara Astina.

Para Pandawa yang jiwanya telah di kotori angkara murka berangkat ke kediamam semar akan membunuh Kyai Semar atas hasutan Pendita yang sekongkol dengan Kurawa.

Dengan keingklasan dan kesabaran serta lindungan Yang Maha Esa Kyai Semar akhirnya dapat menaklukan dan membersihkan jiwa para Pandawa.

Semar tahu kalau para Pandawa jiwanya sedang di kotori angkara murka, dengan demikian semar berhasil membangun kahyangan atau jiwanya para pemimpin ngamarta.

Begawan Jati Sampurno juga dapat di taklukan Semar. Dengan demikian para Pandawa yang jiwanya telah bersih dapat jadi pemimpin yang adil dan bijaksana, sehingga Negara amarta bisa jadi negara yang aman tentram dan damai.